Minggu 25 Agustus 2019, 18:00 WIB

Kagum Film Bumi Manusia Erick Harapkan Film Indonesia Mendominasi

Ghani Nurcahyadi | Hiburan
Kagum Film Bumi Manusia Erick Harapkan Film Indonesia Mendominasi

Ist
Erick Thohir usai menyaksikan film Bumi Manusia

 

DI  era milenial perfilman nasional diharapkan dapat bersaing dengan film impor yang masih mendominasi bioskop-bioskop dalam negeri.

Tokoh Muda Indonesia yang juga ketua Komite Olimpiade Indonesia Erick Thohir mengatakan, sudah selayaknya seluruh warga mendukung film Indonesia berkibar di era digital agar bisa bersaing dengan beragam konten yang kini tersedia,

Ia pun mengapresiasi penayangan film Bumi Manusia yang disutradarai Hanung Bramantyo yang mengadopsi cerita dari novel bersejarah karya Pramoedya Ananta Toer. Film itu kini sudah ditonton ratusan ribu orang kurang dari seminggu waktu penayangannya.

"Saya yakin produk yang sangat bagus ini dengan jumlah penonton sudah hampir 800 ribu jadi jumlah yang sangat besar jadi Saya harapkan perfilman d tanah air mampu merajai."ujar Erick Thohir yang juga Ketua  usai menyaksikan film Bumi Manusia XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Sabtu ( 24/8).

Selain memuji pemutaran film Bumi Manusia, Erick juga memuji sineas lainnya yang sukses mengangkat cerita dari kearifan lokal Indonesia, seperti film Gundala Putra Petir yang digarap Joko Anwar.

Baca juga : Alumnus SMA Selamat Pagi Indonesia Filmkan Perjuangan Hidup

Soal Bumi Manusia, Hanung Bramantyo mengatakan, film yang berdurasi 3 jam ini diselesaikan selama 1 tahun, karena ia berupaya menghilangkan gap-gap masa lalu dan masa kini.

"Film Bumi Manusia ini diadaptasi dari novel terlaris karangan Pramoedya Ananta Toer, yang kami inginkan peradaban masa lalu mampu menjadi dinikmati oleh masa kini, karena anak-anak sekarang hanya membaca tulisan yang riang, nah ini tantangan yang kita padukan agar bisa dinikmati semua kalangan,"tutur Hanung.

Bumi Manusia bercerita tentang Minke (Iqbaal Ramadhan), seorang pribumi yang bersekolah di HBS. Padahal pada masa itu, yang dapat masuk ke sekolah HBS adalah orang-orang keturunan Eropa.

Namun Minke, selain anak seorang bangsawan, ia juga pribumi yang pandai dan sangat piawai menulis.

Ia merasa gelisah melihat nasib pribumi lainnya yang tertindas. Melihat kondisi di sekitarnya itu, Minke tergerak untuk memperjuangkan nasib pribumi melalui tulisan, yang menurutnya membuat suaranya tidak akan padam ditelan angin.

Sosok Minke sendiri disebut dibuat Pramoedya terinspirasi dari sosok Tirto Adhi Soerjo, pendiri surat kabar berbahasa Melayu pertama di Indonesia yang belakangan dikenal juga sebagai Bapak Pers Nasional.

Selain tokoh Minke, Bumi Manusia yang berlatar di Surabaya pada masa pendudukan Hindia Belanda 1898 ini juga menggambarkan seorang 'nyai' bernama Nyai Ontosoroh (Sha Ine Febriyanti).

Pada masa itu, nyai dianggap sebagai perempuan yang tidak memiliki norma kesusilaan karena statusnya sebagai istri simpanan. Status seorang nyai telah membuatnya sangat menderita, karena ia tidak memiliki hak asasi manusia sepantasnya.

Nyai Ontosoroh sadar betul akan kondisi itu dan berusaha keras belajar agar dapat diakui sebagai seorang manusia.

Bumi Manusia merupakan buku pertama dari Tetralogi Pulau Buru karya Pram yang pertama kali diterbitkan oleh Hasta Mitra pada 1980. Buku ini ia tulis ketika masih diasingkan di Pulau Buru bersama ribuan tahanan politik lain.

Bumi Manusia sudah lama digadang-gadang untuk menjadi film. Sejumlah sineas seperti Mira Lesmana, Garin Nugroho, Anggy Umbara sempat disebut hendak menangani penggarapannya, tapi kemudian proyek ini jatuh ke tangan Hanung dengan produksi di bawah Falcon Pictures.

Selain Iqbaal, Ine, dan Mawar, film ini juga menampilkan aksi Donny Damara sebagai Ayah Minke, Ayu Laksmi sebagai Ibu Minke, Giorgino Abraham sebagai Robert Mellema, Jerome Kurnia sebagai Robert Suurhof, Bryan Domani sebagai Jan Dapperste alias Panji Darman, Hans de Krakker sebagai Jean Marais, dan lainnya. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More