Minggu 25 Agustus 2019, 18:21 WIB

Warga Soroti Anggaran Instalasi Gabion

Rifaldi Putra irianto | Megapolitan
Warga Soroti Anggaran Instalasi Gabion

MI/Pius Erlangga
Proses pemasangan instalasi batu Gabion di Jakarta Pusat.

 

PENYELENGGARAAN hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia terlihat berbeda pada hari ini, Minggu, (25/8).

Pasalnya sejumlah warga terlihat berhenti untuk berfoto di dekat instalasi seni Gabion yang baru dipasang Pemprov DKI sebagai pengganti intalasi Getih-Getah yang sebelumnya dibongkar.

Salah seorang warga Faridah, (50), yang berasal dari semarang. Dalam kunjunganya di Jakarta beberapa hari kedepan itu mengaku sengaja menyempatkan waktu ke HBKB untuk dapat mengabadikan momen dengan instalasi seni yang tengah ramai di perbincangkan itu.

"Saya dari Semarang, kebetulan sedang main ke tempat saudara di Jakarta. Dan sempetin ke CFD (car free day) olahraga sekalian mau liat instalasi yang lagi ramai di media, " kata Faridah, saat ditemui di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu, (25/8).

Ia mengatakan, kehadiran instalasi tersebut semakin mempercantik kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

Baca juga : Soal Gabion di Bundaran HI, Politikus PDIP Mengaku Gagal Paham

"Instalasinya bagus, jadi keliatan makin cantik (kawasan Bundaran Hotel Indonesia), " jelasnya.

Raut wajah Faridah yang mulanya tersenyum melihat keindahan instalasi tersebut sontak terkaget saat tahu jumlah anggaran yang dikucurkan Pemprov DKI untuk menghadirkan Instalasi tersebut.

"Wow, Rp150 juta ?, besar sekali kalau memang ada manfaatnya sih ga masalah, kalau untuk kebaikan. Tapi kalau hanya untuk hiasan sayang juga ya, " ucapnya.

Sementara itu, Widy, (27) yang setiap minggunya selalu menghabiskan waktu untuk berolahraga di kawasan tersebut mengaku sengaja mengabadikan momen di depan instalasi Gabion.

"Sebelum dibongkar lagi nanti, jadi udah punya kenang-kenangan. Yang instalasi bambu kemarin itu, saya belum sempat foto. eh, sudah dibongkar, " ucapnya.

Menurutnya, Instalasi Gabion yang terbentuk seperti tumpukan batu di dalam keranjang tersebut kurang terlihat menarik.

"Kalau buat batu yang begini doang sih kurang menarik, tapi kalau mungkin dikasih hiasan lampu-lampu berwarna-warni sehingga kalau malam dapat berwarna jadi kelihatan bagus. Mungkin bisa menarik perhatian yang melintas, " tuturnya.

Saat disinggung ihwal besar anggaran yang dikeluarkan Pemprov DKI untuk menghadirkan instalasi seni tersebut, ia menilai terlalu mahal dan tidak memiliki manfaat lebih selain untuk hiasan.

"Sebenernya fungsinya juga enggak tahu sih ini buat apa ya selain cuman buat dipajang aja. Saya juga baru tahu kalau instalasi ini juga untuk mengenalkan masyarakat dengan tanaman anti-polutan, " sebutnya.

"Kalau menurut saya, lebih baik Rp150 juta itu untung anggaran bagi-bagi ke warga tanama-tanaman anti polutan, dari pada sekadar memberi informasi jenis-jenis tanaman anti polutan. Yang belum tentu masyarakat tau itu tanaman apa, dan bisa didapat dimana, " sambungnya.

Ia juga berharap Pemerintah kedepanya dapat lebih bijak dalam mengeluarkan anggaran, sehingga dapat terasa manfaatnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More