Minggu 25 Agustus 2019, 09:20 WIB

Khofifah Jenguk Korban Kapal KM Santika Nusantara

Atikah Ishmah Winahyu | Nusantara
Khofifah Jenguk Korban Kapal KM Santika Nusantara

Antara
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjenguk korban selamat terbakarnya KM Santika Nusantara, Sabtu (25/8).

 

GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad menemui penumpang kapal motor (KM) Santika Nusantara yang dievakuasi dengan kapal patroli Sea and Coast Guard KNP Chundamani dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Surabaya, di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (24/8).

Kapal KNP Chundamani membawa 56 orang penumpang Kapal KM Santika Nusantara yang sebelumnya telah dievakuasi oleh kapal-kapal nelayan ke Pelabuhan Masalembo, Kabupaten Sumenep Jumat (23/8). Dari 56 orang korban yang diangkut kapal patroli KNP Chundamani tersebut, tiga orang di antaranya meninggal dunia.

Di sela menerima kedatangan para penumpang kapal KM Santika Nusantara yang diangkut oleh kapal patroli Kementerian Perhubungan tersebut, Direktur KPLP Ahmad atas nama pimpinan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya tiga penumpang dalam kebakaran KM Santika Nusantara.

"Tiga orang korban yang meninggal tersebut langsung dibawa ke RS Bhayangkara," ujar Ahmad dalam pernyataan resmi, Minggu (25/8).

Selain tiga orang yang meninggal dunia, 53 korban lainnya dalam kondisi selamat dan sehat.

Para korban langsung dibawa ke GSN, dan dilakukan pemeriksaan medis, konsumsi serta transportasi dari pihak perusahaan pelayaran untuk dipulangkan ke rumah masing-masing yang berada di daerah Surabaya. Sedangkan bagi korban yang berdomisili di luar kota Surabaya, difasilitasi untuk menginap sementara.

"Pada kesempatan ini, para korban menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Pulau Masalembo yang telah banyak memberi bantuan berupa makanan dan pakaian," terang Ahmad.

Saat ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab terbakarnya Kapal KM. Santika Nusantara. Sejumlah data dikumpulkan termasuk menggali keterangan para penumpang. Hal tersebut diungkapkan oleh Investigator KNKT Nico Maris. Ia mengatakan KNKT kini tengah mengumpulkan data-data, keterangan para penumpang, termasuk wawancara dengan penumpang kapal KM Santika Nusantara.

"Kita cari bukti awal untuk mengungkap penyebab kebakaran KM Santika Nusantara ini lebih dulu," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo Slamet menyampaikan, korban terbakarnya KM. Santika Nusantara terjamin oleh asuransi dan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 15 tahun 2017, bagi seluruh korban meninggal dunia, berhak menerima santunan sebesar Rp.50 juta per orang akan diserahkan kepada masing-masing ahli qaris sesuai domilisi korban.

baca juga: Turis asal Spanyol Tewas Saat Snorkeling di Aceh

Sedangkan bagi korban luka-luka, Jasa Raharja telah menerbitkan surat jaminan biaya perawatan kepada rumah sakit tempat korban dirawat, dengan biaya perawatan maksimum Rp20 juta. Serta menyediakan manfaat tambahan biaya P3K maksimum Rp1 juta dan ambulance maksimum sebesar Rp500 ribu untuk setiap orang. Kapal KM Santika Nusantara erbakar di perairan Masalembo pada Kamis (22/8) sekitar pukul 20.45 WIB, saat berlayar dari Surabaya menuju Balikpapan, Kalimantan Timur. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More