Kamis 22 Agustus 2019, 23:05 WIB

Pemerintah Berdayakan Diaspora melalui Manajemen Talenta

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Pemerintah Berdayakan Diaspora melalui Manajemen Talenta

Ist
Seminar bertajuk 'Bangkit Bersinergi, Membangun Kejayaan Ilmu Pengetahuan Indonesia di Pelataran Dunia' di Jakarta, Kamis (22/8).

 

MELALUI Simposium Cendekiawan Kelas Dunia (SCKD) 2019 yang digelar Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, keberadaan diaspora Indonesia akan diberdayakan dalam wadah manajemen talenta yang menjadi program pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Para diaspora Indonesia yang memiliki talenta-talenta hebat akan mengisi manajemen talenta yang digagas pemrintah kita. Ini untuk mengelola talenta atau orang yang memiliki potensi luar biasa," kata Dirjen SDID Kemenristekdikti, Ali Ghufron Mukti, pada seminar SCKD 2019 bertajuk 'Bangkit Bersinergi, Membangun Kejayaan Ilmu Pengetahuan Indonesia di Pelataran Dunia' di Jakarta, Kamis (22/8).
Pada SKCD 2019 ini, para diaspora yang hadir yakni 52 peserta SCKD 2019 dari 15 negara.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada ini mengutarakan terdapat sekitar 200-300 diaspora yang bertalenta dan memiliki potensi luar biasa yang harus dikelola dengan baik sehingga akan optimal berkontribusi membangun Indonesia.

Ghufron menjelaskan, pihaknya mendatangkan diaspora Indonesia dari seluruh dunia dimulai sejak empat tahun lalu. Menurutnya, para talenta dari diaspora ini dikelola dengan membuat database sesuai dengan keahlian yang dimiliki.


Baca juga: BNPB Sebut Jumlah Titik Panas Menurun


"Forumnya kami buat dan wadahi, web-nya kami susun, lalu bisa berdiskusi dan kita undang mereka ke Indonesia untuk berbagi dan berkolaborasi dengan perguruan tinggi di Tanah Air," ungkapnya.

Dikatakan, langkah pemerintah dalam membangun lembaga manajemen talenta akan lebih fokus dengan mengelola SDM unggul di antaranya melalui kalangan diaspora Indonesia tersebut.

Ditanya apakah para diaspora Indoensia mesti pulang ke Indonesia, menurutnya, tidak perlu pulang semua ke Indonesia karena selama bertugas di luar negeri mereka dapat ikut serta mendorong SDM unggul melalui jaringan yang dimiliki serta menjadi agen-agen untuk berbagi sumber daya.

Seperti diberitakan, Presiden terpilih Joko Widodo berencana membentuk lembaga manajemen talenta pada masa pemerintahan keduanya, 2019-2024.

Jokowi mengungkapkan rencana tersebut ketika berpidato pada acara Visi Indonesia di Sentul Indonesia Convention Center, 14 Juli lalu. Rencana membentuk lembaga manajemen talenta terungkap ketika Jokowi menjelaskan visi tentang pembangunan SDM. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More