Sabtu 24 Agustus 2019, 19:50 WIB

Erdogan Pastikan Kunjungi Indonesia Awal Tahun Depan

Antara | Internasional
Erdogan Pastikan Kunjungi Indonesia Awal Tahun Depan

SETPRES
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

 

PRESIDEN Turki Recep Recep Tayyip Erdogan memastikan akan melakukan kunjungan ke Jakarta pada awal 2020.

Rencana tersebut disampaikan Presiden Erdogan kepada Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal dalam pembicaraan bilateral, usai Dubes Iqbal menyerahkan surat kepercayaan dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Kulliyesi, Ankara, Jumat (23/8).

"Saat bertemu di Osaka beberapa waktu lalu, brother Widodo mengingatkan saya mengenai undangan beliau kepada saya untuk berkunjung ke Jakarta. Karena itu saya rencanakan akan berkunjung pada triwulan pertama tahun 2020,” ujar Presiden Erdogan, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis KBRI Ankara, hari ini.

Selanjutnya, Presiden Erdogan meminta Dubes Iqbal melakukan komunikasi secara intensif dengan jubir kepresidenan dan sejumlah penasihatnya untuk memastikan tanggal dan menyiapkan program kunjungan tersebut.

Presiden Jokowi terakhir kali melakukan kunjungan kenegaraan ke Turki pada 2017.

Tidak sebagaimana layaknya penyambutan kenegaraan bagi kepala negara lain yang berkunjung, Presiden Jokowi saat itu bukan hanya disambut oleh Pasukan Kepresidenan (presidential guard) Turki, tetapi juga oleh barisan pasukan yang mengenakan seragam tentara Ottoman.

Sementara itu, Presiden Erdogan terakhir kali melakukan kunjungan ke Jakarta pada 2015.

Selain mengenai rencana kunjungannya ke Jakarta, Presiden Erdogan dan Dubes Iqbal juga membahas beberapa isu bilateral seperti rencana perluasan kerja sama industri pertahanan menjadi kerja sama pertahanan, penyelesaian perjanjian perdagangan bebas kedua negara, serta kerja sama penanggulangan terorisme.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More