Sabtu 24 Agustus 2019, 19:35 WIB

Topan Bailu Datang, Taiwan Batalkan Sejumlah Penerbangan

Antara | Internasional
Topan Bailu Datang, Taiwan Batalkan Sejumlah Penerbangan

AFP
Topan Bailu Taiwan

 

TAIWAN bersiap menghadapi Topan Bailu pada Sabtu (24/8), dan menutup tempat usaha serta sekolah, sementara perusahaan penerbangan
membatalkan ratusan penerbangan di tengah peringatan mengenai tanah longsor, banjir dan gelombang tinggi di pulau tersebut.   

Topan Bailu, yang dikategorikan sebagai topan paling lemah oleh Biro Cuaca Taiwan, memasuki daratan pada Sabtu siang di Kabupaten Pingtung di bagian selatan negeri itu dengan kecepatan angin maksimal 137 kilometer per jam.   

Ratusan orang dipindahkan ke tempat aman, sementara lebih dari 350 penerbangan dibatalkan, kata Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu. Sebanyak 34.000 prajurit dikerahkan ke Taiwan Selatan di tengah kekhawatiran mengenai banjir.     

Topan tersebut, yang pertama memasuki daratan pulau itu dalam lebih dari dua tahun, memutus pasokan listrik ke hampir 30.000 rumah dan mengakibatkan banjir lokal di Taiwan Selatan.    


Baca juga: Otoritas Hong Kong Tutup Empat Stasiun Kereta Jelang Aksi Protes


Biro itu mengeluarkan peringatan angin dan hujan buat Taiwan Selatan, termasuk Kota Pelabuhan Kaohsiung, tempat kegiatan usaha dan sekolah ditutup. Biro tersebut juga mengeluarkan peringatan buat nelayan di seluruh pulau itu.  

Topan tersebut diperkirakan melewati Teluk Taiwan dan melanda Provinsi Fujian di China pada akhir pekan, kata petugas prakiraan cuaca.

Topan sering menerjang Taiwan, China, Filipina dan Jepang pada semester kedua setiap tahun, dan memperoleh kekuatan dari perairan hangat di Samudra Pasifik atau Laut China Selatan.

Topan Morakot memporakporandakan pulau itu pada 2009, sehingga menewaskan hampir 700 orang, kebanyakan dari mereka akibat tanah longsor. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More