Sabtu 24 Agustus 2019, 19:00 WIB

Sejumlah Wilayah di Depok mulai Dilanda Kekeringan

Kisar Rajaguguk | Megapolitan
Sejumlah Wilayah di Depok mulai Dilanda Kekeringan

MI/ BARY FATHAHILAH*
sudah tiga bulan volume air di Setu Cilodong Depok, Jawa Barat, mengalami kekeringan akibat kemarau panjang

 

SEJUMLAH kelurahan di Kota Depok, Jawa Barat, mengalami kekeringan akibat dampak dari musim kemarau. Sejak tiga pekan lalu, sumur gali dan sumur bor warga kering. Bahkan, di beberapa kelurahan sudah tidak keluar air sama sekali.

Di Jalan Saidun RT 001, 002, 003, 004 RW 04, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) terpaksa meminta air ke Palang Merah Indonesia ( PMI) Kota Depok karena sumur pompa di rumah mereka sudah tidak meneteskan air.

"Kami terpaksa meminta air bersih ke PMI Kota Depok," kata Miroh, warga Rt 001 RW 04 Kelurahan Meruyung, Sabtu (24/8).

Di RT 004 RW 002 Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, juga demikian dilanda kekeringan. Sumur gali dan sumur bor warga tersebut tidak mengeluarkan setetes pun air.

Di RW 004 RW 02, ada ratusan rumah tangga sudah kekeringan sumur gali dan bor sejak tiga pekan. Para warga mengeluhkan air di rumahnya. Padahal, biasanya normal, tetapi kini tidak ada sama sekali.


Baca juga: Dampak Kekeringan, Warga Ibu Kota Mulai Beli Air Bersih


"Dipancing-pancing juga airnya tidak bisa keluar," ujar Danudi Amin, Sabtu.

Di lokasi terpisah, Saputra, warga Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, menyebutkan, warga yang bermukim di sekitaran kolam renang wisata Pasir Putih juga sudah mengalami kekeringan.

"Iya daerah situ sudah kering, lumayan banyak juga,” terangnya

Masyarakat Kelurahan Pasir Putih, sambungnya, dua pekan terakhir ini mulai merasakan kekeringan sumur gali dan bor.

"Karena dari sumur gali dan bor tak keluar air. Warga pun terpaksa menggunakan air galon isi ulang untuk kebutuhan untuk beruwudu dan memasak, bahkan mandi. Jadi setiap hari saya beli air isi ulang 5-7 galon. Harganya Rp5 ribu per galon," imbuhnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More