Minggu 25 Agustus 2019, 01:25 WIB

Khasiat Bajakah dari Kalimantan

Suryani Wandari Putri | Weekend
Khasiat Bajakah dari Kalimantan

MI/Suryani Wandari Putri
Helita Gusran, guru pembimbing peneliti kayu bajakah sebagai obat penyembuh kanker.

KANKER, mendengar namanya juga sudah membuat hati bergidik ketakutan. Biaya pengobatan yang tidak murah dan obatnya masih sulit ditemukan. Namun, angin segar diembuskan dengan penemuan obat kanker dari tiga siswa SMA 2 Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Yazid Rafli Akbar, Anggina Rafitri, Aysa Aurealya Maharani yang tengah mengikuti lomba karya ilmiah remaja (KIR) ini berhasil membuktikan tanaman liar dari hutan Kalimantan bernama bajakah mampu menyembuhkan kanker. Pada Sabtu (17/8), ketiganya mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ketika upacara peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Sebelumnya, mereka mendapatkan medali emas ketika berlaga pada World Invention Olympic (WICO) di Seoul, Korea Selatan, akhir Juli.

Meski berhasil, ada hal yang mengganjal di hati para siswa penemu obat kanker ini. Apakah itu? Simak wawancara dengan Muda berikut ini.

Dari mana ide kayu bajakah menjadi obat penyembuh kanker?
Kami ikut ekstrakurikuler, cari-cari ide untuk mengikuti lomba (KIR), kami ingin ide datang dari kearifan lokal. Kebetulan Yazid pernah menggunakan kayu bajakah yang ada di hutan Kalimantan sebagai obat turun-temurun. Kayu itu digunakan untuk mengobati nenek yang mengidap kanker payudara, dan akhirnya memang sembuh. Berdasarkan hasil empiris itulah kami percaya kayu itu bisa mengobati kanker.

Bagaimana penelitian awalnya?
Dari informasi Yazid itulah, kami kembangkan, didukung sekolah, dan dibimbing satu guru. Kami melakukan uji atau penelitian di laboratorium sekolah dengan uji sampel menggunakan dua ekor mencit yang telah diinduksi atau disuntik zat pertumbuhan sel tumor atau kanker. Sel kanker berkembang di tubuh tikus dengan ciri banyaknya benjolan di tubuh, mulai ekor hingga bagian kepala. Mencit yang diberi rebusan kayu bajakah tetap sehat, bahkan berkembang biak.

Supaya lebih yakin, kami pun ke laboratorium lain, kali ini ke Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Dari hasil itu terlihat memang memiliki beberapa senyawa bioaktif yang bisa menyembuhkan kanker.

Seperti apa proses keberangkatan ke Korea?
Sebelumnya, kami mengikuti lomba KIR di Youth National Science Fair 2019 (YNSF) di Universitas Pendidikan Bandung (UPI). Setelah lolos menjadi salah satu pemenang di perlombaan YNSF, kami berkesempatan menjadi perwakilan dari Indonesia untuk mengikuti World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan, pada 25-27 Juli 2019. Jadi, di situ kami mempersiapkan kembali segala sesuatu lebih lanjut dengan dukungan penuh dari orangtua, sekolah, dan pemerintah. Bersyukur kami dapat medali emas juga.

Boleh diceritakan kayu bajakah itu diolah seperti apa?
Mohon maaf, karena terkait dengan izin, kita tidak bisa menjelaskan secara detail karena harus ada penelitian lebih lanjut. Kami hanya memberi ide ini untuk karya ilmiah, perihal akan dikonsumsi harus ada penelitian lebih lanjut.

Bajakah paling banyak ada di mana?
Setahu kami bajakah ada di hutan Kalimantan. Namun, mesti hati-hati, kayu ini memiliki varie­tas yang banyak sekali, mungkin sampai 100. Semuanya punya kegunaannya masing-masing, biasanya orang Kalimantan ada yang pakai untuk berburu, berperang, dan lainnya. Ya, tidak semuanya bisa digunakan untuk menyembuhkan kanker, bajakah jenis ini hanya salah satunya. Jadi, harus berhati-hati.

Atas viralnya berita ini, banyak yang jual bajakah secara daring, bahkan ada potensi eksploitasi, bagaimana menurutmu?
Ini yang kami takutkan. Karena tidak tahu jenis yang mana, mereka akan seenaknya tebang kayu. Harus dijaga hutannya. Menurut kami, jenis ini termasuk langka karena susah didapatkannya. Tolong jangan eksploitasi hutan karena sangat berdampak buat kehidupan kita.

Menurutmu, bagaimana kesadaran masyarakat Indonesia terkait dengan kesehatan?
Kanker atau penyakit datang tak terduga. Dulu aku merasa yang mengidap kanker sedikit, ternyata setelah begini banyak yang kontak aku untuk minta obat. Penyakit ini seram menggerogoti tubuh kita, jadi jangan main-main dengan kesehatan, harus dijaga dengan pola hidup sehat, berolahraga, makan makanan yang sehat pula.

Pesan untuk anak muda?
Buat teman-teman, tolong lebih ekspresif untuk membangun diri, jangan tertutup, jangan memendam kreativitas, dan terus berusaha karena usaha itu tak akan mengkhianati hasil. (M-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More