Minggu 25 Agustus 2019, 00:40 WIB

Gabungan Serunya Selancar dan Dayung

Despian Nurhidayat | Weekend
Gabungan Serunya Selancar dan Dayung

MI/R. Muhammad Zen
Selancar dan Dayung

ORANG-ORANG berwisata memang bukan pemandangan aneh di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat. Namun, Minggu (14/7), ada pemandang­an tidak biasa karena ratusan orang yang asyik menjajal paddleboarding di sana.

Beberapa orang tampak masih kaku dan takut-takut dalam menyusuri waduk dengan menggunakan papan yang mirip digunakan para surfer, tapi lebih besar dan dilengkapi dayung tersebut. Bahkan, ada pula yang memilih mendayung sambil duduk karena masih belum bisa menjaga keseimbangan tubuh. Namun, ada juga beberapa orang yang tampak sudah cukup lihai dan melakukan beberapa manuver.

Orang-orang itu ambil bagian dalam acara The First Jatiluhur Stand Up Paddle and Kayak Exibition 2019 yang digelar pihak pengelola Waduk Jatiluhur, Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur. Olahraga paddleboard memang masih terbilang baru di Indonesia meski belakangan meroket berkat Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Dalam berbagai kesempatan berkegiatan maupun berwisata di laut, Susi dengan piawai melakoni olahraga yang diyakini sudah dikenal di Hawaii sejak abad ke-18 itu. Di Indonesia, sekelompok penggemar paddleboarding bergabung membentuk komunitas Stand Up Paddle Indonesia (SUP.id) pada 2015.  

“Stand Up Paddle Indonesia sudah mulai terbentuk dari 2015. Pada awalnya kita hanya memiliki tujuh orang di komunitas ini. Sampai saat ini kita sudah memiliki 150 member atau anggota,” ungkap Heriyanto, salah satu pendiri Stand Up Paddle Indonesia. Stand up Paddle ialah salah satu cabang dalam olahraga paddleboard. Sesuai namanya, paddleboarding dilakukan sambil berdiri. Selain itu, ada pula paddleboarding yang dilakukan sambil berlutut maupun duduk. 

Heriyanto menuturkan, jika penekunan olahraga itu ataupun komunitasnya berawal dari pengamatannya akan baru adanya turis-turis asing yang melakoni olahraga itu di Indonesia. Tidak ingin hanya jadi penonton, ia dan beberapa temannya pun menjalal. 

Komunitas itu pun makin dikenal, hingga beberapa kali mendapat kesempatan paddleboarding dengan Susi. Heriyanto menilai olahraga tersebut sangat menarik untuk dikembangkan karena juga dapat mendukung suatu daerah menjadi destinasi wisata yang populer. 

Hal tersebut lantaran paddleboarding dapat dilakukan di beragam wilayah perairan, baik laut maupun pantai. Selain itu, tuntutan fisik olahraga ini tidak serumit selancar, sedangkan perlengkapannya tidak sebesar olahraga dayung yang membutuhkan perahu atau kayak. 


Berkembang 

Mengasyikkannya olahraga paddleboard juga bisa dilihat dari perkembangannya yang menggabungkan dengan unsur olahraga lain. Beberapa di antaranya saat ini paddleboard sudah digabungkan dengan olahraga selancar, yoga, bahkan memancing. 

Salah satu anggota SUP.id yang menekuni paddleboard yoga atau stand up paddle yoga ialah Joseva. Perempuan itu bergabung dengan SUP.id pada Februari 2019

“Selama ini yoga itu kan darat ya, ini di atas air. Kita perlu tantangan baru. Ketika kita yoga di paddleboard, tantangannya beda lagi karena ini ngayun. Butuh power dan balance yang benar-benar ekstra,” ungkap Joseva.

Perempuan asal Jakarta itu pun mengatakan bahkan stand up yoga dilakukan tidak hanya dalam posisi duduk. Posisi paling ekstrem ialah melakukan head stand di atas paddleboard.

Untuk harga paddleboard sendiri, Heriyanto mengatakan, sangat bervariasi. “Saat ini kisaran harganya mulai Rp5 juta full set. Tapi saat ini semakin banyak juga produsen stand up paddle dengan harga ekonomis sih. Untuk sebuah olahraga yang menyenangkan, harga tersebut tidak terlalu mahal harusnya,” ungkapnya.

Paddleboard tersedia dalam dua jenis, ada yang berupa papan kayu layaknya papan seluncur dan ada paddleboard yang digembungkan dengan angin (inflatable).

“Kalau inflatable itu bahannya khusus dari rubber. Jadi, bagian dalamnya ada karet dan benangnya sehingga pas dipompa dengan ukuran yang tepat, itu kerasnya sama seperti papan,” pungkasnya. (M-1)

VIDEO TERKAIT:

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More