Sabtu 24 Agustus 2019, 16:15 WIB

Sistem Satu Arah belum Mampu Urai Kemacetan Depok

Kisar Rajaguguk | Megapolitan
Sistem Satu Arah belum Mampu Urai Kemacetan Depok

ANTARA
Kemacetan di Margonda, Depok

 

KEMACETAN di beberapa ruas jalan Kota Depok masih terus terjadi hingga malam hari. Padahal sudah diberlakukan sistem satu arah (SSA), namun ribuan kendaraan roda empat terus memadati tiga jalur SSA tersebut.

Data Dinas Perhubungan Kota Depok tahun 2019, kendaraan roda empat yang melintas di tiga jalur ini mencapai 2.372 per/jam. Kendaraan berjalan perlahan di ruas jalan SSA dari arah Sawangan menuju Jalan Dewi Sartika, Jalan Margonda dan atau Jalan flyover Arif Rahman Hakim, akibat melonjaknya volume kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana mengaku pihaknya sudah memberlakukan sejumlah cara untuk mengurai kemacetan di Jalan Nusantara, Jalan Margonda dan Flyover Arif Rahman Hakim, Beji.

Utamanya, di pintu perlintasan Kereta Api (KA) Jalan Dewi Sartika yang menghubungkan antara Jalan Margonda, Jalan Raden Ajeng Kartini dan Jalan Siliwangi, Pancoranmas. Namun upaya yang dilakukan belum maksimal.

Karena itu, pada 31 Agustus 2019, lanjut Dadang, Dinas Perhubungan Kota Depok akan memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow untuk mengurai kepadatan yang mengarah ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) dari putaran Bank Negara Indonesia (BNI) Jalan Arif Rahman Hakim.

"SSA di Jalan Rahman Hakim yang biasa dilaksanakan pukul 15.00 sampai pukul 22.00 WIB akan diubah menjadi contraflow (dua arah sepanjang hari)," ujar Dadang, Sabtu (24/8).

Baca juga: Sistem Satu Arah Mempersulit Evakuasi Kendaraan Mogok

Rekayasa lalu lintas, menurut Dadang, diharapkan dapat mencairkan kepadatan Jalan Nusantara, Jalan Dewi Sartika serta Jalan Margonda.

Menurut Dadang, diberlakukannya contraflow di Jalan Arif Rahman Hakim karena terjadi perubahan headway kereta api 3-5 menit sehingga menyebabkan panjangnya antrian di jalan Dewi Sartika, terutama pada peak hour. Sehingga perlu evaluasi manajemen rekayasa lalu lintas yang disesuaikan perkembangan terkini. Contraflow Jalan Arif Rahman Hakim didasarkan kajian yang dilakukan pihaknya.

"Sudah ada kajian teknis kinerja jaringan jalan dan sudah dibahas dengan instansi terkait termasuk Badan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan Polres Kota Depok," ucap Dadang.

Meski pemberlakuannya didasarkan kajian, contraflow masih dalam tahap uji coba.

"Kita uji coba untuk melihat dan mengevalusi efektivitasnya dengan mengukur data survey, terutama bagaimana pengaruh di jalan Dewi Sartika apakah bisa mereduksi antrean kendaraan?," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More