Sabtu 24 Agustus 2019, 14:50 WIB

Tiga Penumpang KM Santika Meninggal

Antara | Nusantara
Tiga Penumpang KM Santika Meninggal

Dok.PLP Tanjung Perak Surabaya
Petugas bersiap memindahkan 3 jenazah korban kapal terbakar KM Santika Nusantara ke Surabaya, di Pulau Masalembo, Jawa Timur, Sabtu (24/8)

 

SEBANYAK 303 penumpang dan awak Kapal Motor (KM) Santika Nusantara yang terbakar di Perairan Masalembu, Jawa Timur, dievakuasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama tim gabungan.

Juru bicara Basarnas Surabaya, Tholib Vatelehan, memastikan jumlah korban yang telah dievakuasi tersebut terdata hingga pukul 11.00 WIB.

"Dari 303 penumpang yang kami evakuasi, tiga di antaranya meninggal dunia," ujarnya, Sabtu (24/8).

Dia mengatakan tiga korban yang meninggal dunia beserta 52 penumpang yang selamat, saat ini sudah berada di atas Kapal Negara (KN) Cundamani dan sedang dalam perjalanan evakuasi menuju Surabaya.

"Para korban yang dievakuasi KN Cundamani diperkirakan sampai Surabaya pada sekitar pukul 16.00 WIB nanti sore," ucapnya.

Baca juga: Penumpang KM Santika yang Terbakar Berhasil Dievakuasi

Sedangkan puluhan korban, Jumat (23/8) malam, telah dievakuasi terlebih dahulu ke Surabaya menggunakan dua kapal, yaitu 64 orang menggunakan kapal penumpang KM Dharma Ferry VII serta 23 orang menggunakan kapal niaga KM Spill Citra.

Selain itu, Tholib menambahkan terdapat 161 korban yang kemarin dari perairan Masalembu dievakuasi ke Sumenep, Madura, Jawa Timur. Hari ini, Santu (24/8), dibawa ke Surabaya menggunakan bus.

"Tim SAR gabungan sampai sekarang masih terus melakukan pencarian korban," ungkapnya.

KM Santika Nusantara diinformasikan terbakar di perairan Masalembu sekitar pukul 20.45 WIB, Kamis (22/8) malam, saat sedang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kapal penumpang jenis roll on - roll off (roro) itu, selain membawa ratusan penumpang, yang jumlah pastinya masih belum terkonfirmasi, juga memuat 84 unit kendaraan berbagai jenis.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More