Sabtu 24 Agustus 2019, 14:17 WIB

Jakarta Barat Antisipasi Kekeringan dengan Suplai Air Bersih

Ferdian Ananda Majni | Megapolitan
Jakarta Barat Antisipasi Kekeringan dengan Suplai Air Bersih

Medcom/Dok.pribadi
Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi.

 

UNTUK mengantisipasi dampak kekeringan akibat curah hujan yang tidak kunjung turun dalam beberapa pekan di wilayah Ibu Kota, Jakarta. Pemerintah Jakarta Barat telah menginstruksikan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) bersiaga untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi, mengatakan pihaknya bersama Palyja akan menyediakan depot air bersih di beberapa titik rawan kekeringan di wilayah tersebut.

"Kita imbau Palyja mengantisipasi, air bersih nanti masuk menggunakan depo air PAM, jadi ada kios air disana," kata Rustam dimintai keterangannya Sabtu (24/8).

Dia memastikan ada dua wilayah di Jakarta Barat yang rawan terancam kekeringan, yakni kecamatan Kalideres dan Cengkareng.

"Di wilayah itu memang mayoritas warga belum terlayani PAM," jelasnya.

Menurut Rustam, kualitas air sumur di wilayah tersebut rendah sehingga warga lebih memilih beli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

"PAM harus masuk, sekarang masih banyak warga di Jakarta Barat yang belum tersuplai air bersih PAM karena jaringan belum ada," paparnya.

Dampak kemarau panjang dinilai masih panjang. Pemerintah Jakarta Barat tidak akan lepas tangan. Dengan berkoordinasi dengan Palyja memastikan kebutuhan air bersih lebih optimal dan merata.

"Tentunya juga kita mengimbau masyarakat untuk hemat air karena berdasarkan prediksinya akan panas sekali," lanjut Rustam.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengaku hingga kini  belum menerima laporan dari warga soal dampak kekeringan di wilayah Ibu Kota.

Pernyataan itu untuk menanggapi analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengingatkan akan adanya ancaman bencana kekeringan di wilayah Banten dan DKI Jakarta.

"Sampai saat ini belum ada laporan soal dampak kekeringan dan juga belum ada permintaan bantuan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD Provinsi DKI Jakarta Iwan Ibrahim.

Iwan mengatakan akan terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait kemungkinan terjadinya kekeringan akibat kemarau panjang.

"Kita sudah berkoordinasi dengan semua lurah dan sampai sekarang belum ada permintaan bantuan akibat dari dampak kekeringan. Kita juga sudah koordinasi dengan PDAM, dan dinas lingkungan hidup, terkait penyediaan tangki-tangki air. Dan sampai saat ini menurut PDAM masih cukup persediaan air di DKI Jakarta, " jelasnya.

Ia menyebutkan beberapa wilayah yang memasuki status siaga kekeringan yakni, Gambir, Jagakarsa, Cilandak, Kebayoran Baru, Pasar Minggu, Kedoya Selatan, dan Grogol Petamburan dengan data hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 31 hari.

Sementara wilayah Jakarta yang memasuki status awas dengan HTH lebih dari 61 hari yakni Menteng, Kemayoran, Tanah Abang, Tebet, Setiabudi, Halim, Pulogadung, Cipayung, Cilincing, Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading, dan Penjaringan.

Kendati demikian, berdasarkan pantauan dari BPBD, Iwan menyebutkan saat ini kondisi tersebut masih dalam kondisi baik.

"Tapi alhamdulillah semalam sudah hujan beberapa wilayah di Jakarta. Sejauh ini masih dalam kondisi baik, semoga saja hujan segera turun di Jakarta," pungkasnya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More