Sabtu 24 Agustus 2019, 13:15 WIB

Perairan Babel Rawan Transaksi BBM Ilegal Ship To Ship

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Perairan Babel Rawan Transaksi BBM Ilegal Ship To Ship

Dok.MI
Ilustrasi -- Petugas dari Satuan Polisi Air Polda Metro Jaya berjaga di depan kapal tangker KM Kuda Laut 88 BBM Ilegal

 

PENGUNGKAPAN kasus Bahan Bakar Minyak (BBM) Ilegal oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di Perairan Provinsi Bangka Belitung (Babel) merupakan bukti perairan Babel rawan akan transaksi BBM ilegal dari kapal ke kapal (Ship To Ship).

Bahkan, Sekretaris utama (Sestama) Laksamana Muda (Laksda) S Irawan secara tegas mengatakan penangkapan 2 Kapal Mother Tanker, 2 Kapal Self Propeller Oil Barge (SPOB) dan 1 Kapal Isap Produksi (KIP) Timah oleh Kapal patroli KN Bintang Laut-401 di perairan Babel pada Minggu (18/8) merupakan tangkapan terbesar.

"Sepanjang tahun 2019 ini kita sudah ungkap 21 kasus, 1 di antaranya di Babel. Memang untuk Babel ini kali pertama tetapi terbesar, karena muatan BBM ilegal Kapal Mother Tanker itu mencapai 500 ton," kata Irawan.

Ia menjelaskan berdasarkan pengakuan ABK kapal Tanker, mereka transaksi BBM ilegal Ship To Ship.

"Kapal SPOB isi dari Kapal Tanker, kemudian SPOB menjualnya ke KIP Timah, transaksi ini kita duga sudah berjalan cukup lama dan sekarang baru terbongkar," ujarnya.

Baca juga: Polda Kalsel Tangkap Tiga Kapal Pengangkut BBM Ilegal

Ia mengaku, karena kegiatan transaksi BBM ilegal di tengah laut ini sudah cukup lama, kemungkinan besar yang membeli BBM ilegal tersebut bukan hanya 1 KIP Timah saja.

"Ya kemungkinan bisa saja, KIP-KIP timah lainya membeli BBM ilegal Ship To Ship di tengah laut, ini yang akan kita bongkar, kegiatan ini sudah jelas merugikan negara," ungkap dia.

Ia menambahkan hasil pemeriksaan 2 Kapal Mother Tanker, 2 Kapal dan 2 SPOB tidak memiliki SIUP trasfer BBM tengah laut, kualitas minyak tidak sesuai pertamina. Perjalanan kapal tidak terdaftar di pertamina dan izin minyak tidak ada.

"KIP Timah itu tidak dilengkapi izin dan pengolahan dan penambangan, sehingga ke-5 kapal kita amankan dan kita adhoc di Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu Bangka," tuturnya.

Saat ini, menurutnya, penyidikan kasus BBM ilegal dengan Barang Bukti 5 kapal sudah diserahkan ke Polda Babel untuk tindak lanjutnya. Begitu pula dengan pemeriksaan seluruh ABK, termasuk 6 ABK asal Thailand.

Sementara, Wakapolda Babel Kombes Slamet H.S mengatakan pihaknya sudah menerima pelimpahan kasus dugaan BBM ilegal ini.

"Akan kita lakukan proses penyidikan dan pengembangan, perkembangannya nanti akan kami sampaikan," tukas Slamet.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More