Sabtu 24 Agustus 2019, 12:46 WIB

Akhirnya, Tiongkok Bebaskan Pegawai Konsulat Inggris

Ihfa Firdausya | Internasional
Akhirnya, Tiongkok Bebaskan Pegawai Konsulat Inggris

AFP/Anthony Wallace
Seorang aktivis membawa gambar Simon Cheng, pegawai Konsulat Inggris di Hong Kong yang ditahan otoritas Tiongkok.

 

KELUARGA  Simon Cheng, seorang pegawai Konsulat Inggris di Hong Kong yang sempat ditahan pihak berwenang Tiongkok, mengatakan pada Sabtu (24/8) bahwa Simon telah dibebaskan.

Dalam halaman Facebook 'Penyelamatan Simon Cheng', pihak keluarga menyampaikan berita gembira tersebut. “Simon [Cheng] telah kembali ke Hong Kong. Terima kasih kepada semua orang atas dukungan Anda!”

Cheng dan keluarganya juga mengungkapkan bahwa mereka membutuhkan 'waktu dan ruang' untuk beristirahat dan pulih. Oleh karena itu, mereka belum bisa menerima wawancara untuk saat ini.

“Simon dilepaskan. Simon aman,” kata Max Chung, penyelenggara rapat umum di awal pekan ini yang mendesak pemerintah Inggris meningkatkan upaya membebaskan Cheng.

Simon Cheng (28) adalah seorang perwira perdagangan dan investasi untuk Scottish Development International. Pagi hari pada 8 Agustus, ia melakukan perjalanan ke Shenzhen, sebuah kota yang berbatasan dengan Hong Kong.

Pukul 22.00 waktu setempat, Cheng sempat mengirim pesan kepada pacarnya ketika dia akan menyeberang kembali ke perbatasan. Setelah itu Cheng tidak dapat dikontak. .

Awal pekan ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan Cheng telah melanggar hukum administrasi keamanan publik Tiongkok. Ia kemudian dituduh media pemerintah Tiongkok telah mengunjungi 'pelacur'.

Namun teman-teman dan keluargan Cheng tidak mempercayai tuduhan otoritas Tiongkok. Mereka mengatakan 'kebenaran ada di hati orang-orang'. Tuduhan keji kerap digunakan otoritas Tiongkok untuk mencemarkan nama para pengkritik pemerintah Tiongkok.

Otoritas keamanan di Shenzhen mengatakan, Cheng dibebaskan sesuai jadwal setelah 15 hari penahanan administratif. Ia dituduh 'melakukan tindakan ilegal'. Pihak berwenang tidak memberikan perincian lebih lanjut terhadap pelanggaran yang dilakukan Cheng.

Teman-teman dan keluarganya tidak tahu mengapa dia ditahan. Sang pacar, Li, juga mengatakan bahwa Cheng tidak berpartisipasi dalam protes pro-demokrasi atau secara terbuka menyatakan posisinya pada gerakan itu.

Ada laporan bahwa banyak penduduk Hong Kong telah diinterogasi setelah memasuki daratan Tiongkok. Mereka dibawa ke sebuah ruangan. Pesan-pesan dan foto dalam ponsel dan komputer juga diperiksa bersama dengan dokumen yang mereka bawa.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak aktivis Tiongkok dipaksa untuk berbicara di luar kehendak mereka dan mengakui dugaan kejahatan mereka di media pemerintah.

Penahanan Cheng terjadi di tengah krisis politik terbesar Hong Kong yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Lebih dari dua bulan protes prodemokrasi tanpa henti di Hong Kong untuk menolak undang-undang ekstradiis. Otoritas Beijing marah dengan aksi unjuk rasa yang diwarnai dengan bentrok dengan aparat kepolisian Hong Kong. (AFP/OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More