Sabtu 24 Agustus 2019, 09:39 WIB

Peminjaman Modal Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Harus Mudah

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
 Peminjaman Modal Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Harus Mudah

Istimewa/DPR RI
Anggota Komisi X DPR RI Popong Otje Djundjunan (tengah).

 

ANGGOTA Komisi X DPR RI Popong Otje Djundjunan meminta agar Rancangan Undang-Undang Ekonomi Kreatif (RUU Ekraf) mengenai pasal sistem peminjaman modal kepada para pelaku ekraf harus dibuat mudah.

Menurut Popong, jangan sampai sistem peminjaman modal tersebut malah memperkaya para pemberi modal.

Hal ini ia ungkapkan ketika Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI menyambangi Kota Yogyakarta guna uji publik RUU Ekraf, Selasa (20/8).

Politikus Partai Golkar tersebut khawatir apabila sistem bantuan permodalan yang diberikan oleh pemerintah nantinya bertele-tele. Ia juga tidak menginginkan para pelaku ekraf ini meminjam di tempat yang salah.

“Pelaku ekonomi kreatif pasti berpikir, ‘ah mana aja yang gampang’. Kalau misalnya dari empat sumber keuangan milik pemerintah itu sulit dan ada orang yang mau memberikan bantuan tanpa bunga ya tentu mereka mengambilnya, tetapi syaratnya adalah produksinya itu nanti harus dijual, itu juga tidak baik nantinya bagi para pelaku ekonomi kreatifnya,” sebut politikus Dapil Jawa Barat I tersebut.

Popong mendorong apabila memang sudah diputuskan empat sumber keuangan guna melakukan peminjaman modal oleh pemerintah, maka komunikasi antar sumber keuangan tersebut harus berjalan dengan baik.

“Namun persoalannya adalah di dalam RUU kita dikatakan bahwa sumber-sumber keuangan untuk membantu mereka itu ada empat. Yang empat sumber ini kalau koordinasinya kurang, kemudian jalan sendiri-sendiri, tentu hasilnya tidak akan maksimal,” jelasnya.

Politikus yang karib disapa Ceu Popong tersebut juga berharap agar dalam pembahasan RUU Ekraf ini seluruh stakeholder dapat menyamakan persepsi bahwa subjek dari pembahasan tersebut adalah para pelaku ekonomi kreatif itu sendiri.

“Mari kita tempatkan pelaku-pelaku ekonomi kreatif ini sebagai subjek bukan sebagai objek bahwa merekalah yang terpenting,” imbuh Ceu Popong. (OL-09)

Baca Juga

Antara/Oky Lukmansyah

Keppres-PP soal Covid-19 Beri Legitimasi Polri Bubarkan Kerumunan

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 01 April 2020, 18:53 WIB
"Dasar hukum yang digunakan Polri untuk melarang dan membubarkan orang-orang yang bergerombol, berkerumun, tidak menerapkan jarak...
Antara/Aprilio Akbar

Begini Cara Penerapan Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 01 April 2020, 17:48 WIB
Peraturan pemerintah ini dapat dijalankan di daerah yang wilayahnya terdapat penyebaran wabah...
MI/Susanto

KPK Masih Tunggu Pejabat yang Belum Setor LHKPN

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 01 April 2020, 17:47 WIB
Hingga 31 Maret, tingkat kepatuhan LHKPN untuk pelaporan tahun 2019 mencapai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya