Sabtu 24 Agustus 2019, 09:10 WIB

Bappenas Tuntaskan Kajian Ibu Kota Baru

Dro/Pra/Uta/X-3 | Nusantara
Bappenas Tuntaskan Kajian Ibu Kota Baru

MI/ADAM DWI
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Selasa (20/8)

 

DUA kajian Bappenas, yaitu detail struktur tanah dan dampak ekonomi pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan, telah rampung dan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo, kemarin.

"Saya dipanggil Presiden untuk menyerahkan detail kajian mengenai ibu kota baru yang diminta beliau beberapa waktu lalu," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro seusai menghadap Presiden di Istana Negara, kemarin.

Bambang menjelaskan, berdasarkan dua detail kajian tersebut, Presiden akan mengkaji ulang sebelum memutuskan pemindahan ibu kota ke Kalimantan.

"Jadi, Presiden akan mereview terlebih dulu. Setelah itu beliau akan mengambil keputusan," lanjut Bambang.

Saat dimintai konfirmasi di mana lokasi tepat ibu kota baru nanti, Bambang tidak mau menjelaskan lebih detail. "Presiden nanti yang mengumumkan."

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil mengoreksi pernyataannya terkait dengan lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim).

"Ada dua detail kajian dari Bappenas terkait pemindahan ibu kota. Kaltim itu salah satu pilihan. Namun, sekarang yang sudah dilihat secara serius ialah Kaltim dan Kalteng. Keputusan akhir disampaikan Presiden setelah Bappenas selesai membuat kajian," ujar Sofyan.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid meminta pemerintah mengajak MPR terkait wacana pemindahan ibu kota. "MPR sebagai perwujudan seluruh anggota dewan itu juga penting bagaimana caranya tentang pemindahan ibu kota. Nah, di situ MPR akan bersidang."

Menurut anggota DPR dari Partai Golkar Hetifah Sjaifudian, rencana pemindahan ibu kota ke Kaltim sudah melalui kajian matang. "Semua sudah membandingkan dan mereka pasti punya argumen."

Hetifah yang berasal dari dae-rah pemilihan Kalimantan Timur meminta anggota dewan tidak serta-merta menolak rencana pemindahan ibu kota tanpa mendengar kajian yang sudah dipersiapkan pemerintah.

"Pasti ada yang keberatan, bahkan di Kaltim tidak semua orang setuju. Saya percaya pemerintah sudah menyiapkan perencanaan tata ruang yang futuristik, tetapi tetap menjaga kearifan lokal Kalimantan sebagai paru-paru dunia itu," tandas Hetifah di kompleks parlemen Senayan, kemarin. (Dro/Pra/Uta/X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More