Sabtu 24 Agustus 2019, 07:54 WIB

Melepas Bayang-Bayang sang Profesor

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola
Melepas Bayang-Bayang sang Profesor

Ist
Dewan Redaksi Media Group Suryopratomo

 

NAMA Arsene Wenger bagi pendukung the Gunners ialah legenda. Ia pelatih terlama yang pernah memimpin Arsenal. Tidak tanggung-tanggung, 22 tahun Wenger menjadi pelatih Arsenal. Para pendukungnya menyebut Wenger dengan julukan le Professeur.

Namun, pelatih asal Prancis itu dihormati bukan karena lamanya melatih Arsenal. Ia mampu membangun the gunners sebagai klub yang sangat disegani. Tiga kali Wenger membawa Arsenal menjuarai Liga Premier, tujuh kali memenangi Piala FA, dan tujuh kali juga menjuarai FA Charity/Community Shield.

Prestasi yang tidak pernah bisa dilupakan ialah ketika Wenger membawa Arsenal merebut juara Liga Premier 2004 tanpa terkalahkan sekali pun.

Kesuksesan itu menyamai rekor yang 115 tahun sebelumnya pernah ditorehkan Preston North End.

Dengan tidak terkalahkan dalam 49 pertandingan, Arsenal benar-benar berada dalam masa keemasan. Dengan pemain-pemain seperti Thierry Henry, Dennis Bergkamp, Robert Pires, Patrick Vieira, Freddy Ljungberg, Martin Keown, dan Jans Lehmann memang tidak ada yang bisa menahan Arsenal.

Tidak usah heran apabila ketika Wenger mengundurkan diri pada 2017, orang kebingungan mencari penggantinya. Persis seperti saat Manchester United ditinggal Alex Ferguson, yang seakan separuh nyawanya langsung hilang.

Inilah tugas berat yang harus dihadapi Unai Emery. Tidak bisa dimungkiri, ia merupakan salah satu pelatih terbaik yang dimiliki Spanyol. Emery pernah mengubah klub seperti Almeria dari klub yang tidak ada apa-apanya menjadi salah satu klub yang disegani di La Liga.

Saat menangani Valencia, Emery mampu mengasah kemampuan pemain seperti David Silva dan David Villa sehingga menjadi pemain incaran Manchester City dan Barcelona.

Kesuksesan terbesar yang pernah ditorehkan Emery ialah ketika dua musim diminta menangani Paris St Germain. Pada musim pertama 2016, ia membawa PSG merebut tiga gelar di kompetisi Prancis. Setahun kemudian, dengan pemain seperti Neymar dan Kylian Mbappe, Emery mempersembahkan empat piala untuk PSG.

Namun, menggantikan posisi Wenger ibarat menapaki jalan yang sangat terjal. Kiprah pertamanya di Liga Premier tidak secemerlang ketika menangani PSG. Di musim lalu, Emery hanya mampu membawa Arsenal berada di urutan kelima. Satu yang menggembirakan, posisi itu satu tingkat lebih baik daripada posisi saat ditinggalkan Wenger. Jumlah kemenangan di musim lalu juga lebih banyak dari kemenangan yang ditinggalkan Sang Profesor.

Ujian berat

Pekerjaan rumah terbesar Emery ialah melepas bayang-bayang sang profesor. Yang ia coba lakukan ialah membangun kepercayaan diri anak-anak asuhnya. Bahwa tim baru sekarang ini tidak kalah dengan tim para bintang 15 tahun lalu.

Dua pertandingan pertama mampu dilewati dengan baik. Bersama Liverpool, Arsenal menjadi klub yang belum kehilangan angka setelah menang 1-0 atas tuan rumah Newcastle United dan 2-1 pada pertandingan perdana di Stadion Emirates saat menjadi Burnley.

Ujian sesungguhnya akan dihadapi Sabtu ini saat The Gunners bertandang ke pesaing terberatnya Liverpool di Anfield. Emery merasa pertandingan melawan The Reds terlalu dini.

"Saya sebenarnya tidak berharap bertemu Liverpool secepat ini. Kita harus akui Liverpool merupakan klub yang sulit terkalahkan di 2019 ini. Namun, kami harus bersiap yang terbaik untuk menghadapi mereka, karena ini akan menjadi pengalaman baik bagi para pemain dan juga pendukung kami," kata Emery.

Bayang-bayang kekalahan 1-5 di musim lalu memang membuat Arsenal jeri. Mereka tidak mau sampai kekalahan yang memalukan itu kembali terulang. Kehadiran center-back kawakan asal Chelsea, David Luiz, diharapkan membuat jantung pertahanan Arsenal lebih kukuh.

"Kehadiran David Luiz memberi kekuatan berbeda bagi Arsenal. Saya pernah berpasang-an dengan Mats Hummel saat bermain di Borussia Dortmund. Saya merasa cocok karena gaya permainan Luiz hampir sama dengan gaya Hummel," kata center-back asal Yunani, Sokratis Papastathopoulos. "Apalagi dia pun bisa berbahasa Yunani, sehingga komunikasi kami bisa menjadi lebih baik."

Emery mempunyai kelebihan meramu pemain. Dia kini mempunyai banyak pilihan penyerang yang bisa dimainkan. Selain Pierre-Emerick Aubame-yang dan Alexandre Lacazette, ia memiliki pemain muda berbakat asal Pantai Gading, Nicolas Pepe.

Pepe merupakan pemain berbakat yang menjadi incaran klub besar seperti MU dan Liverpool. Namun, Pepe memilih bergabung dengan The Gunners karena lebih cocok dengan Emery.

Saya memilih Arsenal karena klub ini mempunyai ambisi besar seperti halnya saya yang ingin membawa klub ini lolos ke Liga Champions. Kedua, karena saya pemain muda dan butuh pelatih yang bisa membimbing saya. Emery yang paling cocok karena ia fasih berbahasa Prancis," kata Pepe yang dibeli dari Lille dengan bayaran 72 juta poundsterling.

 

Butuh waktu

Emery memang membutuhkan waktu untuk menemukan 11 pemain yang masih cocok. Dalam dua pertandingan pertama, formasinya masih terus berubah. Saat menghadapi Newcastle, Aubameyang dipercaya menjadi ujung tombak, sedangkan pada pertandingan kedua menghadapi Burnley, pemain asal Gabon itu menjadi second striker di belakang Lacazette.

Kali ini Emery harus menetapkan 11 pemain terbaik untuk menghadapi Liverpool. Papastathopoulos boleh mengatakan, trio penyerang Liverpool lebih mudah dikendalikan daripada penyerang Brunley. Namun, Liverpool ialah juara Liga Champions dan Piala Super Eropa yang kelas permainannya sudah kelas dunia.

Dengan enam gol pada dua pertandingan sudah bisa dilihat ketajaman 'Tim Merah'. Apalagi Sadio Mane sudah fit untuk bisa bermain. Trio Mane, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah merupakan trisula yang menakutkan bagi tim lawan.

Belum lagi angkernya Anfield. Nyanyian You'll Never Walk Alone akan membakar emosi setiap pemain yang turun ke lapang-an. Lionel Messi dan Barcelona pernah merasakan itu saat tampil di semifinal Liga Champions musim lalu. Keunggulan 0-3 di Nou Camp seakan tidak ada artinya karena Barcelona harus menelan pil pahit kalah telak 4-0 di Anfield.

"Sejauh ini, kami belum sampai kepada puncak permainan kami. Tetapi, kami terus berupaya meningkatkan kualitas permainan tim dan memgumpulkan sebanyak mungkin angka dari setiap pertandingan yang kami mainkan," kata gelandang Georginio Wijnaldum seakan memperingatkan Arsenal.

Semua pemain Liverpool berada dalam semangat tinggi untuk bisa mengalahkan Arsenal dan mempertahankan rekor 100% kemenangannya. Gelandang James Milner yang sempat sobek dahinya saat menjamu Southampton, terlihat begitu bersemangat untuk berebut bola dengan Adam Lallana dalam latihan.

Liverpool diunggulkan untuk bisa mengalahkan The Gunners malam nanti. Apabila mereka bisa mencuri gol di menit-menit awal bukan tidak mungkin 'Tim Merah' akan bisa mengulangi kemenangan telak seperti di musim lalu.

Emery menyadari betul beratnya lawan yang harus diha-dapi. "Saya hanya meminta para pemain untuk pertama-tama beradaptasi dengan pola permainan mereka dan permainan individu mereka, baru kemudian menjalankan taktik yang sudah dipersiapkan. Saya sangat percaya dengan kemampuan para pemain saya, tinggal sekarang mereka perlu bekerja keras," ujar pelatih Arsenal itu.

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More