Sabtu 24 Agustus 2019, 07:50 WIB

Pahlawan Langit Biru itu Pergi untuk Selamanya

Dhika Kusuma Winata/Solmi/X-7 | Humaniora
Pahlawan Langit Biru itu Pergi untuk Selamanya

DOK MANGGALA AGNI
Asmara

 

SEPANJANG Kamis (22/8), Asmara, 39, bersama sejumlah rekannya dari Satuan Tugas Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Manggala Agni Daops Muara Bulian, Jambi, tengah berjuang keras memadamkan api yang melahap Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaefuddin, Kecamatan Muarabulian, Kabupaten Batanghari.

Tim Manggala Agni melakukan pemadaman dengan mengandalkan suplai air tangki. Ketika air tangki habis, tim melakukan pengisian ulang. Bapak dua anak itu pun mengawal pengisian ulang air dengan sepeda motor. Namun, baru beberapa meter motornya melaju, tiba-tiba sebatang kayu besar roboh menimpa kepala Asmara.

Ia mengalami pendarahan hebat di telinga dan kepala sebelah kirinya robek. Setelah melihat kondisi Asmara kritis, tim satgas pun melarikannya ke RSUD Abdul Majid Batoe Muara Bulian. Namun, karena peralatan medis terbatas, Asmara pun dirujuk ke RS Siloam Jambi. Namun sayang, Asmara menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 01.15 WIB, kemarin.

"Selamat jalan Pak Asmara. Kami semua menaruh hormat pada segala perjuangan dan dedikasimu," kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyampaikan dukacitanya.

Menurutnya, pasukan pemadam karhutla KLHK Manggala Agni bersama dengan anggota satgas karhutla lainnya mengemban tugas mulia untuk mengendalikan kebakaran. Mereka bekerja tanpa henti siang-malam berupaya memadamkan titik api. Siti mengatakan setiap hari ia selalu mengikuti laporan lapangan Manggala Agni dari seluruh daops di Indonesia.

"Dedikasi mereka sungguh luar biasa berjibaku mempertaruhkan nyawa melawan amukan api di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Mereka merupakan pahlawan langit biru," imbuh Siti.

Ucapan belasungkawa juga datang dari Gubernur Jambi Fachrori dan Komandan Satgas Karhutla Jambi Kol Arh Elphis Rudy. "Pekerjaan Asmara sangat mulia, melindungi orang banyak terutama dari acaman kabut asap akibat karhutla. Asmara dimakamkan di desa kelahirannya di Dusun Anggrek, Desa Bathin, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. (Dhika Kusuma Winata/Solmi/X-7)

Baca Juga

Antara/Rahmad

Pemerintah Wajib Penuhi Hak Dasar Warga Negara di Tengah Pandemi

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:28 WIB
Setiap kebijakan yang menjadi keputusan pemerintah harus efektif dan tetap menjamin keberlangsungan hidup...
Ilustrasi

Kemendikbud Imbau Guru Tidak Memanipulasi Nilai Rapor

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 31 Maret 2020, 20:10 WIB
Kejujuran sangat penting, jadi guru jangan berkolaborasi untuk meluluskan dengan cara-cara yang tidak benar sehingga kepercayaan ini akan...
belajar.kemdikbud.go.id

Kemendikbud Luncurkan Portal Guru Berbagi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 31 Maret 2020, 19:55 WIB
Kemendikbud meluncurkan website Guru Berbagi, portal ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para guru untuk saling berbagi ilmu dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya