Jumat 23 Agustus 2019, 23:40 WIB

Bandara Hong Kong Kembali Jadi Sasaran Demonstran

Antara | Internasional
Bandara Hong Kong Kembali Jadi Sasaran Demonstran

AFP
Para demonstran di Hong Kong

 

PARA pengunjuk rasa telah mempersiapkan aksi protes antipemerintah dengan kembali menjadikan bandara udara Hong Kong sebagai sasaran.  

Sementara itu, para demonstran pada Jumat (23/8) saling berpegangan tangan membentuk Rantai Baltik (Baltic Chain) dalam rangkaian aksi unjuk rasa, yang telah berlangsung hampir tiga bulan dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.  

Bandara itu, yang dapat ditempuh dengan menggunakan kereta atau kendaraan, terpaksa tutup pekan lalu ketika para pengunjuk rasa, yang membuat rintangan dengan troli, penghalang metal dan benda-benda lain, bentrok dengan polisi.  

Kantor Urusan China yang menangani Hong Kong mengecam kegiatan-kegiatan itu, yang disebutnya seperti 'aksi yang mendekati ulah  teroris'.   

"Pergilah ke bandara dengan transportasi berbeda, termasuk bus bandara, MTR, taksi, kendaraan pribadi, dan kendaraan roda dua untuk
meningkatkan tekanan atas transportasi bandara," kata para penyelenggara dalam seruan mereka melalui media daring pada Jumat.

Otoritas Bandara menyiarkan pengumuman setengah halaman di surat-surat kabar yang berisi desakan kepada para pemuda untuk 'mencintai Hong Kong'. Otoritas juga menyatakan pihaknya menentang aksi untuk menghalangi bandara itu, dan menambahkan akan tetap bekerja untuk menjaga kegiatan penerbangan berjalan mulus.  


Baca juga: Reaktor Nuklir Terapung Rusia di Arktik Terus Ditentang


Mahkamah Tinggi Hong Kong memperpanjang perintah larangan protes di bandara. Sejumlah pegiat telah meminta maaf atas kericuhan di bandara pekan lalu.    

Serangkaian protes berlangsung pada Jumat, termasuk pawai yang dilakukan para akuntan dengan pola 'Rantai Baltik'. Para pemrotes berpegangan tangan di seluruh distrik berbeda sementara yang lainnya memegang spanduk-spanduk yang berisi ucapan terima kasih kepada negara-negara asing atas dukungan mereka pada kebebasan dan demokrasi di Hong Kong.  

"Banyak bos tak tergerak untuk berpolitik. Namun, politik datang kepada Anda bahkan ketika Anda berusaha menghindarinya," kata Kenneth Leung, seorang anggota parlemen kota, kepada para akuntan yang mengikuti pawai.

"Kita sudah biasa masuk peringkat sebagai ekonomi paling bebas di dunia selama hampir 20 tahun. Dapatkah kita mempertahankan peringkat itu? Tidak, Itu sudah berlalu. Nilai-nilai inti kita ialah integritas dan kejujuran. Kita perlu menganut nilai-nilai inti internasional."  

Pada 1989, sekitar dua juta orang berpegangan tangan di seluruh negara Baltik sebagai protes terhadap pemerintahan Soviet. Gerakan itu menjadi terkenal sebagai cara Baltik (Baltic way) atau Rantai Baltik (Baltic Chain). (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More