Sabtu 24 Agustus 2019, 00:40 WIB

Rinaldy Yunardi Perdalam Keindonesiaan untuk Karya Terbaik

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Weekend
Rinaldy Yunardi Perdalam Keindonesiaan untuk Karya Terbaik

MI/ARYA MANGGALA
Desainer aksesori Indonesia, Rinaldy A. Yunardi

Bagi Rinaldy Yunardi, punya rasa tidak percaya diri itu bagus sebab dari situ ia justru bisa membangun kebiasaan untuk terus berkarya dengan keyakinan yang lebih jauh.

ANTREAN panjang terjadi jelang pertunjukan koleksi terbaru Rinaldy Arvino Yunardi, 48, desainer aksesori feysen ternama Indonesia pada puncak pergelaran Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) di Jakarta, Rabu (21/8).

Label produk desainer kondang yang namanya sudah mendunia itu memang telah menjadi magnet banyak orang, setelah banyak selebritas Hollywood mengenakan hasil karyanya, mulai Katy Pery, Madonna, Kylie Jenner, Mariah Carey, Shakira, hingga Nicki Minaj.

Meski sudah puluhan tahun bergelut di bisnis aksesori fesyen, Rinaldy mengakui, pergelaran kali itu sangat istimewa. "Ini menjadi show pertama saya denga keseluruhan koleksinya terinspirasi dari kebudayaan Indonesia yang diaplikasikan dalam bentuk aksesori kaya detail," kata Rinaldy.

Dalam acara bertajuk Aku, Untukmu Indonesia, Rinaldy menghadirkan 34 koleksi mewah, yang terinspirasi dari kekayaan Indonesia. Laki-laki kelahiran Medan, Sumatra Utara, itu memberikan sentuhan autentik yang menjadi kekhasan setiap daerah dari 34 provinsi di Indonesia.

Tak hanya itu, perancang aksesori langganan penyanyi yang juga sosialita Syahrini ini turut menambahkan satu set look spesial bernama Ibu Pertiwi yang begitu megah. Deretan aksesori tersebut bergaya tribal dengan sentuhan yang modern nan edgy khas Rinaldy Yunardi.

Koleksinya kali itu dibuat dari tiga unsur logam, yakni tembaga, perak, dan emas sebagai bahan utama hingga menghasilkan aksesoris kepala, hiasan leher, pundak, hingga gelang. "Saya membuat koleksi ini dengan teknik handmade, dodokan, dan tatah, ada filigri untelan kawat dari perak halus yang gayanya Rinaldy banget," timpalnya.

Untuk panggung itu, Rinaldy mengaku menghabiskan waktu setahun untuk meriset dan mempelajari Indonesia secara mendalam. Berbagai buku literatur dan sumber lain dilahapnya untuk mencari tahu ciri khas tiap-tiap daerah. Salah satu inspirasi didapatnya dari keberadaan rumah gadang di Sumatra Barat.

Perjuangan Rinaldy dalam menelusuri kekayaan budaya Indonesia untuk menemukan warisan budaya yang orisinal bukannya tanpa rintangan. "Banyak kesulitan yang dialami dalam menggali. Harus ke perpustakaan, tapi bukunya kosong. Ada, tapi yang tulis dari luar, harus ke museum juga dan beberapa kali nyasar," cerita Rinaldy.

Pernah diejek

Diakuinya, pada masa awal berkarier sebagai desainer aksesori, ia pun pernah menjadi korban bullying (perundungan). "Dari awal selalu dapat ejekan, seperti apa sih tujuan hidup lo, siapa yang mau pakai?" ungkap laki-laki yang kerap disapa Yunyung itu, beberapa waktu lalu.

Namun, ejekan demi ejekan itu tidak lantas menyurutkan langkahnya. Ia percaya, Tuhan menganugerahinya dengan sebuah talenta istimewa yang tidak dimiliki orang lain.

"Tuhan sudah kasih kita talenta, jadi harus digunakan. Makin lama, publik pun makin mengerti. Saya hanya ingin menciptakan karya yang ada unsur seninya. Seni itu indah dan bisa membuat bahagia," serunya.

Ia sadar tidak bisa memuaskan semua mata, semua hati. Namun, kalau bisa memunculkan komentar 'hah, hih, kok gini, kok gila', Rinaldy sudah merasa cukup. (Ant/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More