Jumat 23 Agustus 2019, 23:15 WIB

Banten dan DKI Terancam Dampak Kemarau Panjang

Rif/J-2 | Megapolitan
Banten dan DKI Terancam Dampak Kemarau Panjang

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Tanaman kacang panjang yang mengering saat musim kemarau di kawasan Petamburan, Jakarta.

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan tentang dampak kemarau panjang yang akan terjadi, khususnya di wilayah Banten dan DKI Jakarta. Hasil analisis BMKG, wilayah Banten dan DKI Jakarta terancam bencana kekeringan.

"Sampai saat ini belum ada kok laporan dari dampak ke-keringan dan juga belum ada permintaan bantuan akibat dari dampak kekeringan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD Provinsi DKI Jakarta Iwan Ibrahim melalui sambungan telepon, Jakarta, Jumat (23/8).

Kendati belum ada permintaan bantuan, Iwan mengatakan pihaknya terus melakukan langkah koordinasi dengan pihak-pihak terkait bila kemudian terjadi kekeringan akibat dari kemarau panjang di wilayah Ibu Kota.

"Sejauh ini sudah ada langkah-langkah yang dilakukan. Kemarin kita koordinasi ke seluruh lurah wilayah, tapi sampai sekarang belum ada permintaan bantuan akibat dampak kekeringan. Selain itu, kita juga sudah koordinasi dengan PDAM dan juga berkoordinasi dengan dinas lingkung-an hidup terkait penyediaan tangki-tangki air. Menurut PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum), persediaan air di DKI Jakarta masih cukup sampai saat ini," jelas Iwan.

Beberapa wilayah yang memasuki status siaga kekering-an, menurut Iwan ialah Gambir, Jagakarsa, Cilandak, Kebayoran Baru, Pasar Minggu, Kedoya Selatan, dan Grogol Petamburan dengan data hari tanpa hujan (HTH) lebih dari 31 hari.

Sementara itu, wilayah Jakarta yang memasuki status awas dengan HTH lebih dari 61 hari ialah Menteng, Kemayoran, Tanah Abang, Tebet, Setiabudi, Halim, Pulogadung, Cipayung, Cilincing, Tanjung Priok, Koja, Kelapa Gading, dan Penjaringan.

Walaupun masih dalam kondisi baik, Iwan mengimbau masyarakat untuk menghemat pemakaian air. "Bijaklah dalam menggunakan air mengingat saat ini belum ada hujan di sebagian wilayah di Jakarta," katanya.

Selain masalah air, ada hal lain yang harus diwaspadai, yaitu kebakaran. "Biasanya kalau kekeringan, potensi kebakaran itu pasti ada, bahkan potensinya akan lebih besar. Oleh karena itu, hati-hati ketika beraktivitas, misalnya membuang puntung rokok atau membakar sampah. Harus dikontrol," papar Iwan.

Selain soal air dan kebakaran, kesehatan juga harus diperhatikan. Masyarakat yang terserang penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) berpotensi meningkat. "Oleh karena itu, gunakan masker saat melakukan aktivitas di luar ruangan, sehingga terhindar dari penyakit ISPA," imbau Iwan.

BMKG memang telah memperingatkan ancaman bencana kekeringan di Jakarta, tapi Iwan mengaku kondisi di wilayah Ibu Kota masih dalam kondisi baik. "Apalagi kemarin sudah turun hujan di beberapa wilayah di Jakarta. Semoga saja hujan segera turun di Jakarta," ujar Iwan.

Sambil berharap turun hujan, masyarakat tetap harus mengantisipasi dampak kemarau panjang, khususnya kekeringan.

"Jika warga membutuhkan bantuan akibat dampak keke-ringan, warga bisa segera menghubungi Jakarta Siaga 112. Kita menyediakan kanal itu. Nanti permintaan warga akan ditindaklanjuti satuan perangkat daerah terkait," pungkasnya. (J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More