Jumat 23 Agustus 2019, 22:30 WIB

Fatmawati Menginspirasi Sejarah Kemerdekaan Bangsa

RO/N-3 | Nusantara
Fatmawati Menginspirasi Sejarah Kemerdekaan Bangsa

ANTARA
Sejumlah siswa mengunjungi kediaman keluarga istri Presiden Pertama RI Soekarno, Fatmawati, di Bengkulu, beberapa waktu silam.

 

FATMAWATI, istri presiden pertama Indonesia, Soekarno, merupakan figur yang menginspirasi bagi sejarah kemerdekaan bangsa.

Demikian disampaikan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, dalam siaran pers yang diterima, kemarin. Menurut Rohidin, Fatmawati memiliki peranan penting dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Keikutsertaan Fatmawati dalam membela Tanah Air sudah dirintis sejak remaja. Lingkungan dan keluarga turut mendukung perkembangan jiwa patriot dalam diri Fatmawati.

Perempuan hebat nan tangguh dengan nama asli Fatimah itu ialah putri asli Bengkulu yang lahir pada 5 Februari 1923. Dia merupakan putri tunggal seorang tokoh asal Bengkulu, yaitu Hassan Din dengan Siti Chadijah.

Di usia 20 tahun, pada 1 Juni 1943, Fatmawati menikah dengan Soekarno. "Fatmawati ialah satu-satunya putri asli Bengkulu yang mendapat gelar pahlawan nasional."

Untuk diketahui, bendera Merah Putih yang dikibarkan pada 17 Agustus 1945 ialah hasil jahitan Fatmawati. Selama dua hari, dia menyelesaikan jahitan tersebut.

Pada 17 Agustus 1945, Merah Putih dikibarkan di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Esoknya, PPKI rapat menunjuk Soekarno dan Hatta sebagai presiden dan wakil presiden. Dengan begitu, secara otomatis, Fatmawati menjadi Ibu Negara Indonesia.

Di pusat Kota Bengkulu, peninggalan-peninggalan bersejarah milik Fatmawati dapat ditemui di kawasan Simpang Lima Ratu Samban. Di sana, di Jalan Fatmawati Nomor 10, berdiri rumah bersejarah milik Ibu Negara Indonesia pertama.

Rumah tersebut merupakan rumah panggung dengan ukuran tidak terlalu besar. Dinding rumah terbuat dari kayu bercat cokelat dengan kaki-kaki penyangga yang terbuat dari beton bercat putih.

Di halaman rumah, berdiri patung Fatmawati. Letaknya strategis di pinggir jalan, bersisian dengan masjid sehingga tampak sangat indah dan asri.

Setiap hari, pintu dan jendela rumah bersejarah itu terbuka lebar. Hal itu menandakan siapa saja boleh datang berkunjung tanpa membayar.Di dalam ruangan, koleksi-koleksi pribadi dan perabot rumah milik Fatmawati tertata rapi, seperti lemari, ranjang besi, meja hias, dan kursi yang terawat baik.

Di bagian dinding terpajang foto-foto kenangan sejak masa kecil hingga dewasa, termasuk foto kenangan bersama Soekarno. (RO/N-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More