Jumat 23 Agustus 2019, 20:55 WIB

Akhiri Kerja Sama Intelijen, Hubungan Korsel-Jepang Memburuk

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Akhiri Kerja Sama Intelijen, Hubungan Korsel-Jepang Memburuk

AFP/ Yonhap
Kim Hyun-chong

 

KOREA Selatan mengakhiri kesepakatan berbagi informasi intelijen militer secara langsung dengan Jepang.

Keputusan itu diambil setelah perseteruan antara Seoul dan Tokyo mengenai kewajiban perusahaan Jepang memberikan kompensasi kepada pekerja paksa Korsel pada masa Perang Dunia II.

Langkah ini dikecam Tokyo. Pembatalan aliansi diyakini dapat menggoyahkan kerja sama trilateral antara Korsel, Jepang, dan Amerika Serikat di Semenanjung Korea.

"Selama serangkaian peluncuran rudal Korea Utara, terjadi pertukaran informasi yang sangat cermat antara kedua belah pihak. Membatalkan perjanjian hanya akan mempersulit kerja sama pertahanan bilateral," ujar Menteri Pertahanan Jepang Takeshi Iwaya.

Baca juga: Israel Serang Gudang Senjata Irak

Korsel dan Jepang sepakat untuk berbagi informasi intelijen militer dalam Perjanjian Informasi Militer mengenai Keamanan Umum (GSOMIA) pada 2016. Informasi yang dibagi antara lain mengenai program nuklir dan kapasitas rudal Korea Utara. Secara resmi, perjanjian tersebut berakhir Kamis (22/8).

Sementara, pejabat Keamanan Nasional Korsel Kim Hyun-chong mengatakan, sebagai gantinya, negaranya akan meningkatkan aliansi militernya dengan AS. AS juga akan bertindak sebagai perantara antara Jepang dan Korsel. Selain itu, Korsel juga akan mencoba untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dengan meluncurkan satelit militer dan aset pengintaian lainnya.

"Termasuk dengan meningkatkan anggaran pertahanan dan akuisisi aset strategis, seperti satelit militer. Agar dapat memantau Korea Utara dengan lebih baik," imbuh Kim.

Sedangkan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyatakan, keputusan Korsel untuk berhenti berbagi informasi intelijen telah menghancurkan rasa saling percaya antara kedua negara.

Keputusan Korsel tersebut menjadi kejutan yang menunjukkan hubungan kedua negara telah memburuk. Selama ini, baik Korsel maupun Jepang merupakan negara sekutu terkuat AS di Asia bagian utara untuk melawan ancaman Tiongkok dan Korea Utara.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo yang menyampaikan kekecewaan besar atas memanasnya hubungan Korea Selatan-Jepang.

Perseteruan antara kedua negara berawal ketika Mahkamah Agung Korsel mewajibkan perusahaan Jepang memberikan kompensasi kepada pekerja paksa Korsel selama masa Perang Dunia II pada 2018. Jepang tidak setuju karena kesepakatan ganti rugi telah dibuat pada 1965. AFP/Reuters/OL-8)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More