Jumat 23 Agustus 2019, 19:37 WIB

Mobil Baru Presiden Diterima Akhir Tahun ini

Dero Iqbal/Antara | Politik dan Hukum
Mobil Baru Presiden Diterima Akhir Tahun ini

Antara
Iring-iringan mobil dinas Presiden dan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres)

 

KEPALA Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono mengungkapkan dua mobil kepresidenan baru akan segera datang untuk mendukung kegiatan Presiden dan Wapres.

"Berdasarkan informasi yang saya terima, sudah dlakukan prosesnya dan mungkin akhir tahun kendaraan itu sudah dapat diterima," kata Heru di Jakarta, Jumat (23/8).

Ia menyebutkan, kendaraan berupa mobil itu datangnya akhir tahun, kemungkinan awal tahun baru bisa dioperasikan.

Heru menjelaskan, anggaran untuk pengadaan mobil kepresidenan itu sudah ada di Kemensetneg. "Ada di bawah Biro Umum Setneg, itu yang mereka melakukan kegiatan pengadaan dan lainnya, yang penting kan anggaran sudah ada tahun ini," tuturnya.

Ia mengatakan kemungkinan proses lelang pengadaan sudah dilakukan. "Ya sudah proses, mungkin pemenanganya bisa dikroscek ke Biro Umum Setneg," ucapnya.

Mengenai jenisnya, Heru mengatakan akan sama dengan sebelumnya yaitu Mercedes Benz.

Baca juga: Komaruddin Hidayat: Ada yang Senang Papua Ricuh

Ia juga mengungkapkan Presiden Jokowi memberikan pertimbangan atas pilihan mobil tersebut.

"Ya pertimbangannya keamanan, kan ada di dalam kabin juga kita bisa membaca, dan melihat kriteria tertentu yang tidak mungkin bisa kita sampaikan di sini," ujarnya.

Ia menyebutkan meskipun sudah ada mobil baru, mobil lama nantinya masih dipakai karena kalau hanya dua unit tidak cukup.

"Jadi standar kami hitung itu, 5 tahun ke depan itu idealnya sih 12 unit," tambahnya.

Ia menyebutkan dua mobil baru kemungkinan akan dibagi menjadi satu untuk Presiden dan satu lagi untuk Wapres.

"Saya tidak tahu pastinya, nanti Pak Mensesneg yang akan mengatur itu," katanya. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More