Jumat 23 Agustus 2019, 19:15 WIB

Sebanyak 13 SSK Diperbantukan di Papua Barat

Antara | Nusantara
Sebanyak 13 SSK Diperbantukan di Papua Barat

(ANTARA/Dyah Dwi)
Kapolda Papua Barat Brigjen Polisi Herry Rudolf Nahak (kanan) memberikan keterangan di Manokwari, Jumat (23/8/2019).

 

SEBANYAK 13 satuan setingkat kompi (SSK) dari sejumlah kepolisian daerah masih diperbantukan di wilayah Papua Barat meski kondisi keamanan dinilai sudah kondusif.

Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak, di Manokwari, Jumat (23/8), mengatakan, sejak sehari setelah kericuhan terjadi di Manokwari, Polda Papua Barat mendapat kekuatan tambahan sebanyak 6 SSK.

Kemudian 1 SSK di antaranya digeser ke Kabupaten Fakfak karena terdapat aksi sehingga sebanyak 5 SSK dari Polda Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara dan Maluku bersiaga di Manokwari.

Untuk keamanan Fakfak, selain 1 SSK dari Polda Sulawesi Tenggara yang digeser dari Manokwari, juga terdapat tambahan kekuatan 1 SSK dari Polda Kalimantan Timur.

Sementara untuk Kota Sorong, personel yang diperbantukan sebanyak 6 SSK dari Sulawesi Selatan, Bali, dan NTB.   


Baca juga: 50 Persen Napi Kembali ke Lapas Sorong


"Saya berharap aktivitas berjalan normal seperti sedia kala. Kegiatan sekolah dan ekonomi berjalan normal," ujar Herry.

Menurut dia, terdapat aksi unjuk rasa pada Jumat di Sorong, tetapi semua berjalan normal, masyarakat pun membantu membuka ruas jalan yang diblokade dan bersih-bersih.

Sementara aksi damai juga terjadi di Kabupaten Kaimana menolak rasisme yang hingga akhir berjalan lancar.

"Kabupaten lain relatif tidak ada kegiatan sehingga bisa dikatakan secara umum situasi wilayah hukum Polda Papua Barat dalam keadaan baik dan kondusif. Saat ini siaga jaga situasi keaamanan," tutur Kapolda.

Ia mengatakan belum diketahui sampai kapan tambahan kekuatan tersebut bersiaga di wilayah Papua Barat. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More