Jumat 23 Agustus 2019, 16:21 WIB

Penambahan Pasukan untuk Beri Rasa Aman, Bukan Menekan Papua

Dero Iqbal Mahendra | Politik dan Hukum
Penambahan Pasukan untuk Beri Rasa Aman, Bukan Menekan Papua

MI/ROMMY PUJIANTO
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko

 

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan rencana penambahan unit keamanan ke Papua bukan ditujukan untuk menimbulkan keresahan di masyarakat atau bahkan menekan masyarakat.

Mantan Panglima TNI tersebut Penambahan tersebut justru menilai bahwa penambahan unit keamanan tersebut dimaksudkan agar dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dan bukan sebaliknya.

"Kita menginginkan penambahan kekuatan (di Papua) dalam rangka agar masyarakat dapat tenang. Jadi cara melihat (penambahan pasukan) bukan dari cara berpikir yang antagonis," tutur Moeldoko di Jakarta, Jumat (23/8).

Moeldoko menjelaskan masyarakat di Papua menurutnya bukan hanya masyarakat asli Papua saja. Namun di Papua juga terdapat banyak etnis lainnya yang juga cukup banyak. Sehingga menurut Moeldoko penambahan pasukan jangan selalu dinilai sebagai suatu hal yang negatif.

"Jangan dibalik-balik, merasa enggak aman, jangan. Salah itu pemahamannya. Justru kita menambah kekuatan, polisi ditambahkan juga, agar bisa terjaga situasi dengan baik, jangan sampai ada tindakan-tindakan yang pada akhirnya kita merasa rugi semuanya," tutur Moeldoko.

"Penambahan pasukan itu, baik Polisi maupun TNI tujuannya justru ingin memberikan rasa tenang, gitu ya. Bukan upaya untuk menekan," imbuh Moeldoko.

Sebelumnya pihak Polri menyampaikan Pihak Polri memang akan menambah kekuatannya di Papua. Selain itu Polri akan mengedepankan langkah persuasif, bahkan menjamin tidak akan menggunakan peluru tajam dalam melakukan pengamanan.

Sebanyak 12 satuan setingkat kompi (SSK) atau 1.200 personel sudah dikirim ke Papua. Setelah personel dari Sulawesi, pasukan dari Kalimantan juga diberangkatkan ke Papua. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More