Jumat 23 Agustus 2019, 16:00 WIB

Pengungsi Rohingya Takut Kembali ke Rakhine

Sonya Michaella | Internasional
Pengungsi Rohingya Takut Kembali ke Rakhine

AFP/MUNIR UZ ZAMAN
Bus-bus yang akan dipakai untuk merepatriasi pengungsi Rohingya ke Myanmar

 

RIBUAN pengungsi Rohingya yang mendiami kamp pengungsian di Cox's Bazar menolak dipulangkan ke Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Dengan demikian, usaha repatriasi Bangladesh dinyatakan gagal.

Untuk kloter pertama, direncanakan 300 keluarga pengungsi akan diberangkatkan ke Rakhine. Namun, mereka menolak dengan keras.

"Saya takut kembali ke Myanmar. Saya takut dengan pemerintahan Myanmar," kata seorang pengungsi, dikutip dari AFP, Jumat (23/8).

Komisaris Pengungsi Bangladesh Mohammad Abul Kalam mengatakan ada lima bus dan dua truk yang disewa untuk membawa para pengungsi kembali ke Rakhine.

Awalnya, pengungsi Rohingya sepakat dipulangkan. Sejak rencana ini diumumkan, staf PBB dan para pejabat Bangladesh telah mewawancarai pengungsi yang lolos untuk pulang berdasarkan kemauan mereka sendiri.

Baca juga: Pengungsi Rohingya tidak Ingin Kembali ke Myanmar

"Tidak seorangpun dari 300 keluarga yang sudah diwawancara itu ingin pulang ke Rakhine," ujar Kalam.

Padahal, para pejabat Myanmar telah dikirim ke perbatasan untuk menyambut kedatangan para pengungsi Rohingya.

Upaya repatriasi ini telah dicanangkan Bangladesh dan Myanmar sejak tahun lalu. Meski demikian, rencana itu gagal karena para pengungsi menolak dipulangkan.

Selama ini, Myanmar menolak memberikan status kewarganegaraan kepada Rohingya, dan menyebut mereka semua sebagai Bengali -- istilah bagi imigran gelap asal Bangladesh.

Ini merupakan percobaan kali kedua Myanmar dalam kurun waktu kurang dari dua tahun untuk membujuk Rohingya agar mau direpatriasi ke Rakhine.

Sementara itu, Bangladesh sempat menuduh Myanmar sengaja menunda-nunda repatriasi. Dhaka menegaskan tidak akan memaksa Rohingya untuk pulang, namun meminta Myanmar segera mempercepat proses repatriasi. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More