Jumat 23 Agustus 2019, 15:45 WIB

Bolsonaro Minta Asing tidak Ikut Campur Urusan Brasil di Amazon

Marcheilla Ariesta | Internasional
Bolsonaro Minta Asing tidak Ikut Campur Urusan Brasil di Amazon

AFP/EVARISTO SA
Presiden Brasil Jair Bolsonaro

 

PRESIDEN Brasil Jair Bolsonaro meminta kekuatan asing tidak mencampuri masalah kebakaran hutan hujan Amazon.

Bolsonaro marah saat Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mereka.

"Negara-negara ini, yang mengirim uang ke sini, mereka tidak mengirimkannya karena amal. Mereka mengirimnya dengan tujuan mengganggu kedaulatan kita," kata Bolsonaro dalam siaran langsung di Facebook, Jumat (23/8).

Dia menganggap keprihatinan negara-negara besar itu sebagai upaya campur tangan urusan dalam negeri Brasil.

Sebelumnya, Brasil mengatakan tidak memiliki sumber daya untuk mengendalikan kebakaran.

"Amazon lebih besar dari Eropa, bagaimana kami melawan api di daerah seperti itu?" katanya bertanya kepada wartawan.

Baca juga: Bolsonaro Tuding LSM Terkait Amazon

"Kami (Brasil) tidak memiliki sumber daya untuk itu (pemadaman)," imbuhnya.

Dilansir dari Channel News Asia, kebakaran di Amazon sejauh ini melonjak hingga 83% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski kebakaran adalah kejadian biasa dan alami selama musim kemarau, para pecinta lingkungan menyalahkan petani Brasil. Para petani dituding membakar hutan agar bisa membuka lahan untuk padang rumput.

Sekjen PBB dan Presiden Prancis menyerukan perlindungan bagi hutan hujan Amazon. Keduanya menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebakaran Amazon.

Macron mengatakan agar negara-negara maju di G7 melakukan aksi untuk menyelamatkan hutan ini.

"Rumah kami terbakar. Amazon merupakan paru-paru planet kita, yang menghasilkan 20 persen oksigen kita, dan kini mereka terbakar," tutur Macron. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More