Jumat 23 Agustus 2019, 11:28 WIB

Pasar Modal Indonesia Terus Tumbuh

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Pasar Modal Indonesia Terus Tumbuh

MI/Susanto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution

 

SEJAK direaktivasi pada Agustus 1977, pasar modal Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan.

Selama 42 tahun berjalan, kapitalisasi pasar modal melonjak 2.600 kali lipat dari hanya Rp2,7 miliar pada 1977 menjadi Rp7.173 triliun pada 21 Agustus 2019.

Selama periode yang sama, indeks harga saham gabungan (IHSG) juga terus merangkak naik dari 98 poin menjadi 6.253 poin.

"Kalau dihitung, itu naiknya luar biasa, beribu-ribu persen," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam acara Capital Market Summit & Expo di Jakarta, Jumat (23/8).

Adapun, jumlah investor yang bergabung di pasar saham sudah mencapai 1.000.049 orang.

Berbagai capaian positif itu merupakan hasil dari kerja keras seluruh pihak terkait yang telah berupaya mendorong sektor pasar modal di Tanah Air.

Baca juga: Giliran Porsi Pemerintah Dinanti

Dalam mewujudkan sektor pasar modal yang kuat tentunya dibutuhkan penawaran dan permintaan yang seimbang.

Otoritas Jasa Keuangan selama ini sudah melakukan berbagai kemudahan untuk meningkatkan emiten dengan percepatan prosedur perizinan.

"Itu dari sisi suplai. Dari sisi demand, OJK mempermudah transaksi yang dilakukan para investor," tuturnya.

Darmin mengatakan, untuk proses pembukaan rekening efek, sekarang bisa dilakukan hanya dalam waktu 30 menit. Padahal, beberapa tahun lalu, proses tersebut membutuhkan waktu hingga berhari-hari.

Ia berharap, ke depannya, pasar modal akan semakin ramah kepada masyarakat sehingga dapat terus tumbuh dan menjadi alternatif bagi pembiayaan bagi usaha kecil dan menengah.

"Kita akan terus mendukung pendanaan perusahaan skala kecil dan menengah melalui pasar modal. Kami akan menerapkan segmentasi pendanaan berdasarkan ukuran perusahaan yang membutuhkan dana," jelas Darmin. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More