Jumat 23 Agustus 2019, 10:21 WIB

SK Anggota DPRD Mulai Diagunkan

Benny Bastiandy | Nusantara
SK Anggota DPRD Mulai Diagunkan

MI/Supardji Rasban
Ilustrasi

 

SEJUMLAH anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang belum genap sebulan dilantik sudah berminat mengajukan pinjaman ke perbankan. Beberapa di antara mereka menjadikan surat keputusan (SK) penetapan aggota dewan sebagai agunan.

"Ada beberapa yang sudah menyampaikan pengajuan kerja sama. Pihak banknya pun sudah datang ke kami. Agunannya sebagian SK, ada sebagian aset," kata Pelaksana Tugas Sekretaris DPRD Kabupaten Cianjur Aris Haryanto, kemarin.

Menurut Aris, pengajuan pinjaman ke perbankan oleh anggota DPRD merupakan fenomena yang bisa dibilang lumrah. Uang pinjaman itu biasanya digunakan untuk menambah modal usaha, ada juga yang akan digunakan untuk berbagai kegiatan. "Tergantung kepentingan. Ada juga yang enggak pinjam bank karena ingin merasakan gaji sebagai anggota DPRD."

Ia tidak memungkiri pihak perbankan cenderung lebih aktif menawarkan karena melihat peluang menggelontorkan kredit kepada anggota DPRD Kabupaten Cianjur yang baru dilantik pada 5 Agustus lalu itu. Mereka menawarkan berbagai program pinjaman uang dengan plafon bervariasi.

Jika ada anggota DPRD yang sudah sepakat dengan pihak perbankan untuk peminjaman dana, lanjut Aris, Sekretariat DPRD pun harus dilibatkan secara administrasi. Artinya, harus ada perjanjian antara anggota dewan sebagai debitur dan perbankan sebagai kreditur yang diketahui Sekretariat DPRD Cianjur untuk proses pembayarannya.

Ia mengungkapkan, seluruh anggota DPRD 2019-2024 sudah mendapatkan SK dan berita acara. Namun, berita acara masih memerlukan tanda tangan Ketua Pengadilan Negeri Cianjur. "Berita acara tinggal menunggu tanda tangan dari ketua pengadilan. Nanti penyerahannya akan disatukan dengan pelantikan pimpinan definitif. Ditandatangani sekaligus," ucapnya.

Ciptakan peluang

Anggota terpilih DPRD Kota Pekanbaru, Riau, 2019-2024 tidak ingin pemuda di kota tersebut bermental pekerja. Kaum muda harus bangkit menjadi pemuda yang tangguh dan peka terhadap perkembangan zaman.

"Bukan jadi anak muda yang ikut-ikutan, melainkan anak muda yang diikuti. Berani memulai usaha dari usia dini. Apalagi sekarang waktu dan modal tidak menjadi penghalang karena bisnis di era digital peluangnya terbuka sangat lebar," kata salah seorang anggota DPRD Kota Pekanbaru yang baru pertama kali terpilih, Krismat Hutagalung, 37, kemarin.

Menurutnya, banyak lapangan pekerjaan dengan ide-ide sederhana. Oleh karena itu, pemuda harus terampil dan cerdas dalam membuat media sosial menjadi lahan pendapatan. Era digital harus menjadi penyemangat untuk menciptakan sesuatu.

Ia juga berjanji memberikan waktu lebih banyak untuk berbicara dengan anak-anak muda agar mereka mengubah cara pandang terhadap zaman yang tengah dihadapi. "Supaya bukan hanya penikmat dan pengikut, melainkan pemberi arah," tutur alumnus SMPN 3 Pekanbaru dan Sekolah Tinggi Teologi Jakarta yang sehari-hari bekerja sebagai subkontraktor PT Chevron Pasific Indonesia itu.

Di sisi lain, anggota DPRD Kabupaten Gresik, Jatim, Asluchul Alif, berjanji mengoptimalkan potensi wisata dan peningkatan produktivitas pangan sebagai fokusnya di kursi wakil rakyat. Itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendongkrak pendapatan asli daerah. (RK/YK/BY/JI/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More