Jumat 23 Agustus 2019, 09:42 WIB

Alumni PPRA Lemhannas Diharapkan Jadi Agen Perubahan

Gol/P-3 | Politik dan Hukum
Alumni PPRA Lemhannas Diharapkan Jadi Agen Perubahan

MI/ADAM DWI
Gubernur Lemhannas Letjen (Purn) Agus Widjojo (kiri) memberikan penghargaan kepada peserta terbaik Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA

 

SELURUH alumnus Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu, pengetahuan, dan wawasan yang diperoleh selama mengikuti pendidikan. Para alumnus yang akan menjadi agen perubahan harus mampu berpikir komprehensif, integral, holistis, dan sistemis.

Pesan itu disampaikan Gubernur Lemhannas Letjen (Purn) Agus Widjojo di sela upacara penutupan PPRA 59 tahun 2019 di gedung Lemhannas, Jakarta, kemarin.

Dalam kesempatan itu Agus mewisuda 99 peserta yang berasal dari TNI, Polri, akademisi, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. "Bekal ini akan menjadi pedoman dalam penyusunan berbagai kebijakan sesuai dengan penugasan di lingkungan kerja masing-masing," kata Agus.

Peserta PPRA yang telah mengikuti pembekalan wawasan selama 7 bulan, sambung dia, tidak boleh melupakan bahwa proses pendidikan merupakan investasi bagi perseorangan dan institusional. Investasi itu sangat berguna untuk meningkatkan kualitas pengabdian.

Nilai tambah yang didapat dari kesertaan para alumnus PPRA 59 ialah adanya kesempatan saling belajar dan berbagi dari beragam latar belakang.

Menurut dia, sistem nasional yang efektif hanya dapat dibangun atas dasar kebersamaan antara dasar kekuatan struktur, disiplin secara individu, dan kelembagaan. Pun patriotisme yang menjadi ciri organisasi TNI/Polri, termasuk independensi cara berpikir eksploratif peserta dari non-TNI/Polri.

Lebih jauh, terang Agus, para alumnus kini tengah berada pada awal pengabdian. Pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kompetensi tidak hadir untuk tujuan pada diri sendiri. Semua elemen itu hadir guna diabadikan sebagai instrumen pengabdian para peserta didik.

Oleh karena itu, imbuhnya, menjadi penting bagi alumnus untuk mengambil intisari dari pembekalan yang diterima dan mencari bentuk operasionalnya sebagai jembatan yang menghubungkan antara pembekalan dalam pendidikan dan pengabdian di lapangan.

Apabila melihat perkembangan lingkungan yang terjadi sekarang ini, imbuhnya, para alumnus PPRA dituntut bisa mentransformasikan pembekalan yang diterima di Lemhannas menjadi bentuk pengabdian konkret dalam tugas masing-masing. (Gol/P-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More