Jumat 23 Agustus 2019, 08:05 WIB

Pilinan Getah Getih Bergetah Gabion

Put/Ths/J-1 | Megapolitan
Pilinan Getah Getih Bergetah Gabion

MI/PIUS ERLANGGA
Petugas dari Dinas Kehutanan Pemprov DKI Jakarta memasang tanaman bugenvil di atas intalasi batu gabion di kawasan Bundaran Hotel Indonesia,

 

BAMBU Getah Getih tak lagi bergetah. Wujud karya seni bernilai Rp550 juta yang menghias Bundaran HI sekitar setahun itu entah berada di mana.

Kini, tempat Getah Getih digantikan gabion. Bukan karena dikutuk sehingga getah getih yang mirip orang berpelukan itu berubah menjadi tumpukan batu. Gabion murni karya seni baru dari Pemprov DKI.

Orang Italia menyebut keranjang tumpukan batu itu gabbion. Orang Indonesia biasa menggunakan untuk penahan longsor dan menamainya beronjong.

Feny, 31, mengamati dengan saksama tumpukan batu yang tersusun dalam sebuah anyaman kawat besi itu. Ia tahu titik taman Bundaran HI tempat gabion berdiri sebelumnya diisi instalasi seni pilinan bambu getah getih karena kantornya memang di kawasan itu.

"Ini maknanya apa, ya? Cuma untuk tanaman hias, begitu kan?" tanya karyawati swasta yang tinggal di Condet, Jakarta Timur, itu kemarin.

Feny mengernyitkan dahi ketika temannya sesama karyawan memberi tahu anggaran menumpuk batu itu menghabiskan Rp150 juta. Sebagai warga Jakarta, ia kecewa karena lagi-lagi Pemprov DKI tidak matang dalam merancang keindahan Ibu Kota Negara.

Kepala Dinas Kehutanan DKI Suzi Marsitawati menjelaskan gabion berdiri hasil diskusi sebuah tim. Tujuannya mempercantik Bundaran HI. "Tanaman sekitar gabion bukan sembarang, melainkan tanaman hias yang berfungsi menyerap polutan."

Gubernur DKI Anies Baswedan berkomentar datar. "Normal-normal saja. Cuma karena tempatnya di Bundaran HI, rame pula. Ini Jakarta, pusat pula."

Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean pun menantang Anies melalui akun twitter-nya. 'Benarkah ini nilainya 150 jt? Pak @aniesbaswedan berikan sy 25 jt sy buat seni lbh indah dan lbh bagus dr tumpukan batu ini. Ini jakarta bos!' (Put/Ths/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More