Jumat 23 Agustus 2019, 10:15 WIB

Selama 52 Hari, 11 Ribu Pelanggar Terekam Kamera Tilang

M Iqbal Al Machmudi | Megapolitan
Selama 52 Hari, 11 Ribu Pelanggar Terekam Kamera Tilang

ANTARA/Muhammad Adimaja
Pelanggar lalu-lintas membayar denda tilang elektronik (electronic-traffic law enforcement atau E-TLE) di Kejaksaan Tinggi Jakarta Barat.

 

DIREKTORAT Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat 11.290 pelanggar terekam kamera tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (e-TLE) selama 52 hari sejak Senin (1/7) sampai Rabu (21/8). Mereka tertangkap tangan melakukan tiga jenis pelanggaran.

"Pengendara tidak mengenakan sabuk pengaman 8.150, pengendara melanggar area ganjil genap 2.436, dan pengendara menggunakan telepon genggam selama mengemudi 704," kata Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) Polda Metro Jaya AKBP I Made Agus Prasatya, Jumat (23/8).

Menurut dia, sampai saat ini, pelanggar yang telah mengonfirmasi kesalahan mereka mencapai 11.013 orang.

Sebanyak 4.585 pelanggar telah membayar denda. Kasus yang telah dikirim ke pengadilan dan telah mendapat amar putusan dari pengadilan sebanyak 8.356 orang.

"Data ini merupakan akumulasi jumlah pelanggar sejak e-TLE beroperasi, yakni 1 November 2018 sampai 21 Agustus 2019," ungkap Agus.

Baca juga: Polisi Diminta Tegas Terhadap Pemotor di Trotoar

Agus menyebut pihaknya rutin mengevaluasi pelanggaran ini. Hasilnya, jumlah pelanggar menurun. Namun, ia tidak merinci angka penurunannya.

"Yang pasti kita melihat kesadaran berlalu lintas masyarakat tinggi. Jumlah pelanggar turun 2%," beber Agus.

Ditlantas Polda Metro Jaya telah menerapkan tilang elektronik sejak 1 November 2018. Mulanya, baru ada dua kamera e-TLE, kemudian ditambah 10 kamera dengan empat fitur terbaru pada 1 Juli 2019.

Jenis pelanggaran yang dapat terekam oleh e-TLE pada operasi pertama, yakni marka jalan, dan lampu merah. Empat fitur terbaru kemudian diterapkan, yakni pelanggaran ganjil genap, tidak menggunakan sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, dan melebihi kecepatan maksimal 40 km/jam.

Dua belas kamera ini ditempatkan di kawasan Sudirman-Thamrin. Titik itu di antaranya, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) MRT Senayan, JPO MRT Semanggi, JPO Kementerian Pariwisata (Kemenpar), JPO MRT Kemenpan RB, Flyover Sudirman, Simpang Bundaran Patung Kuda, Flyover Thamrin, Simpang Sarinah, Simpang Sarinah Starbucks, dan JPO Plaza Gajah Mada. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More