Kamis 21 Januari 2016, 06:46 WIB

Hampir 90% Media Daring Abal-Abal

Hampir 90% Media Daring Abal-Abal
 

DEWAN Pers mencatat dari 2.000 media dalam jejaring (daring) yang saat ini ada, hanya 211 yang memenuhi syarat untuk bisa disebut sebagai media profesional. Itu artinya hampir 90% media daring tergolong abal-abal.

Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengatakan media yang ia kategorikan abal-abal ini tidak terbit secara rutin.

Media-media tersebut akan memberitakan informasi untuk kepentingan menggiring opini terhadap kasus tertentu.

“Mereka hanya aktif jika ada kasus-kasus tertentu,” ujar dia saat mengisi materi diskusi di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (20/1).

Stanley, demikian ia karib disapa, menambahkan pemberitaan media abal-abal mirip seperti ‘koran kuning’ pada awal era Reformasi.

“Banyak media abal-abal yang kini bermigrasi ke me dia daring. Ketika diverifikasi, tidak ada penanggung jawab dan badan hukumnya,” imbuhnya.

Stanley mengatakan Dewan Pers kesulitan menindak media abal-abal yang menurunkan berita-berita miring.

Dewan Pers baru bisa bertindak saat ada laporan yang masuk. Jika tidak, pemberitaan miring dari media abal-abal sulit dibendung.

“Karena tidak ada aturan untuk melarang seseorang mengatasnamakan pers. Namun, kami sudah umumkan di situs kami media mana saja yang terverifikasi, sehingga jika ada masyarakat yang merasa dirugikan dengan pemberitaan di media, mereka bisa langsung mengecek keabsahan medianya,” tuturnya.

Peneliti Universitas Airlangga Herlambang Wiratrawan mengatakan kebebasan pers di Indonesia belum jauh bergeser dari 3-4 tahun yang lalu. Dalam praktiknya, penggunaan kebebasan pers belum terlalu profesional.

Namun, ia optimistis akan ada seleksi alam yang akan membuat media partisipan dan abal-abal tersebut mengalami kebangkrutan.

“Mereka hanya bisa bersandar pada kasus korupsi dan eksplorasi alam,” ujar Herlambang.

Ia menambahkan pekerjaan rumah untuk mengembangkan kebebasan pers masih menumpuk, termasuk di antaranya membangun semangat pencerdasan media kepada masyarakat terkait konten media. (Uta/P-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/ama.

Di Tengah Wabah Korona, Besok DPR tetap Bersidang

👤 Dhika Kusuma Winata 🕔Minggu 29 Maret 2020, 20:30 WIB
Ia menjamin pembahasan rancangan undang-undang juga akan tetap berjalan, termasuk prioritas yang telah ditetapkan sebelumnya seperti...
MI/SUPARDJI RASBAN

Pemerintah harus Secepatnya Karantina Wilayah

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 29 Maret 2020, 19:31 WIB
Indonesia tak mengenal istilah lockdown. Tapi Indonesia mempunyai konsepnya sendiri yaitu karantina...
Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.

KSP: Legitimasi Perppu Penundaan Pilkada Harus Kuat

👤Indriyani Astuti 🕔Minggu 29 Maret 2020, 19:04 WIB
Menurut Sigit, apapun opsi yang akan diambil oleh KPU, termasuk apabila nantinya pemerintah menerbitkan Perppu, legitimasinya harus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya