Kamis 22 Agustus 2019, 22:50 WIB

Para Petinggi Keamanan Balik Kanan, Manokwari Diharap Pulih

Para Petinggi Keamanan Balik Kanan, Manokwari Diharap Pulih

ANTARA
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Jenderal (Purn) Wiranto

 

KONDISI keamanan di Manokwari dan Sorong, Papua Barat, diharapkan pulih serta kembali damai setelah Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, serta Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Jenderal (Purn) Wiranto mengunjungi daerah itu.

"Kami balik kanan, mudah-mudahan kondisi lebih baik lagi. Kondisi lebih stabil. Kondisi pulih seperti sediakala. Saya kira semua berharap itu," tutur Wiranto dalam kunjungannya di Manokwari, Kamis (22/8).

Menurut dia, semua pihak tentunya tidak mengharapkan kekacauan dan terjadi perkelahian antara satu suku dan yang lain.

Untuk itu, kedatangannya dengan Kapolri dan Panglima TNI yang membawa pesan kedamaian dari Presiden Joko Widodo untuk warga Papua Barat diharapkan membuahkan hasil positif.

"Kami datang ke sini bukan mengawasi, tetapi menyalami. Menyalami artinya apa? Di situ ada semangat kebersamaan persaudaraan. Kami datang ke mari bertemu dengan tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama," kata Wiranto.    


Baca juga: Moeldoko Sebut Pembatasan Internet di Papua demi Keamanan


Ia mengatakan mewakili Presiden Jokowi, telah meminta Kapolri dan jajaran menindak atau memberikan sanksi hukum terhadap siapa pun yang secara nyata melanggar hukum dalam insiden rasial itu.

"Entah nanti siapa urusan polisi, kapan, Pak Tito yang akan melaksanakan langkah-langkah itu," ucap dia.

Dari pantauan, masyarakat mulai membuka toko dan melakukan kegiatan ekonomi di Manokwari, meski masih terdapat pertokoan yang tutup
tiga hari setelah kericuhan terjadi di ibu kota Provinsi Papua Barat itu.  

Abu dari ban dibakar masih nampak di jalan-jalan di Manokwari, kaca-kaca pertokoan pecah serta beberapa gedung bekas terbakar pun terlihat di kota itu. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More