Jumat 23 Agustus 2019, 01:20 WIB

RAN Tetap Ceria saat Tampil di Istana Merdeka

Sri Utami | Hiburan
RAN Tetap Ceria saat Tampil di Istana Merdeka

MI/Rommy Pujianto
Kelompok musik RAN

 

TIDAK banyak musisi yang mendapat kesempatan tampil di Istana Merdeka, Jakarta. Itu sebabnya perasaan bangga dan sekaligus pengalaman baru mereka rasakan.

Hal itu pula yang dialami Rayi, Asta, dan Nino yang tergabung dalam grup musik RAN. Ketiganya mengaku bangga saat berkesempatan tampil di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, untuk memeriahkan HUT ke-74 RI pada Sabtu (17/8) lalu.

Uniknya, mereka dihubungi sehari sebelum acara. Alhasil mereka tidak punya persiapan khusus dan hanya melakukan persiapan dadakan.

"Lucunya kita baru dipanggil main di Istana H-1, dadakan. Manajer kita ditelepon dan ditanya ketersediaan kita, karena besoknya harus main," kata Rayi di Jakarta Selatan, Rabu (21/8).

Padahal, lanjut Rayi, jadwal manggung RAN tak hanya di Istana Merdeka saat itu. Sore harinya, mereka harus mengisi acara di Kota Kasablanka sebelum menghibur di Aula Istana Merdeka.

"Dari turun panggung langsung dikawal," cerita Nino.

"Kita satu tim 16 orang yang boleh megang HP itu cuma dua orang. Cuma manajer kita saja, sedangkan kita dan lainnya HP-nya ditinggal di mobil. Enggak boleh pakai jins," timpal Rayi.

"Tapi untungnya boleh pakai sneakers," kata Nino lagi.

Meski awalnya terkesan formal dan kaku, RAN tetap membawa konsep panggung ceria seperti dalam aksi panggung mereka.

"Kita jadi diri sendiri aja dan Alhamdulillah sambutannya luar biasa sekali. Tentu saja kita sangat bangga," kata Rayi.

Yang membuat mereka lebih bangga lagi ialah Presiden Jowo Widodo sendiri yang menjadi MC (master of ceremony) dadakan dengan mempersilakan RAN memanaskan perayaan HUT ke-74 RI.

"Sebenarnya sempat takut. Takut dibilang tak cukup baik. Takut dibilang karyanya buruk. Takut dibilang jelek. Enggak mungkin hari ini kami diundang Pak Jokowi. Jangan kalah sebelum mencoba. Selamat Hari Merdeka!" tulis Nino pada akun Instagram-nya.

 

Identitas Indonesia

Setelah pengalaman tersebut, trio RAN mengaku lebih bersemangat dalam berkarya. Hal itu mereka tunjukan saat merilis proyek musik Omne Trium Perfectum.

Proyek itu dimaknai sebagai Everything that comes in threes is perfect, yakni segala hal yang hadir dalam bentuk tiga akan sempurna. Dalam proyek itu mereka menggandeng rapper Ramengvrl.

Menurut Rayi, selain karena berteman, mereka sengaja menggandeng Ramengvrl karena ngin memberikan nuansa baru dalam lagu yang menunjukkan sisi idealisme mereka.

"Setelah dirasa-rasain kok kalau ada kehadiran dia cewek nge-rap bakal memberikan warna yang menarik sekali secara visual, kalau teman-teman dengar lagunya cukup bisa terepresentasi oleh Ramengvrl," kata Rayi.

Karakter Ramengvrl juga dirasa selaras dengan Rayi, sekaligus mempertajam sisi Rayi dalam singel Ain't Gonna Give Up.

"Dia kan tipe orangnya kayaknya hype dan bodo amat lo mau ngomong apa pokoknya gua kaya begini keren. Sangat merepresentasikan lagunya dia. Message-nya Omne Trium Perfectum kepribadian dia juga," kata Rayi.

Omne Trium Perfectum akan dibagi dalam tiga fase, diawali dengan Rayi, Asta, lalu Nino. Rayi dalam singel Ain't Gonna Give Up akan dirilis pada Jumat, 23 Agustus 2019. Video musiknya dibantu Shadtoto Prasetio, sutradara yang banyak berkecimpung di dunia fesyen dan periklanan.

Video musiknya tampak menunjukkan ciri khas dari Rayi dan Ramengvrl. Mulai dari nuansa tropikal hingga simbolisasi yang menunjukkan identitas diri sebagai warga negara Indonesia.

"Kita ingin bermimpi setinggi-tingginya, berpikir secara global, tapi tidak melupakan Indonesia. Karena Indonesia ialah negara tropis semua simbolis aja menandakan cara kita untuk bermimpi tersebut," kata Rayi.

"Bermimpi setinggi-tingginya karena kalau lo mimpinya enggak tinggi enggak ada caranya bisa sampai ke sana," jelas Rayi tentang video musiknya yang melibatkan nuansa luar angkasa dan astronaut. (Medcom/A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More