Jumat 23 Agustus 2019, 01:05 WIB

Alumnus SMA Selamat Pagi Indonesia Filmkan Perjuangan Hidup

Wandari Suryani Putri Pertiwi | Weekend
Alumnus SMA Selamat Pagi Indonesia Filmkan Perjuangan Hidup

MI/Suryani Wandari
Suasana jumpa pers dengan para pemeran film Anak Garuda, di Jakarta, Kamis (22/8).

Setelah film inspiratif Say I love You, SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) kini akan kembali menghadirkan kisah para siswanya dalam film berjudul Anak Garuda.

Yang berbeda, film ini digarap langsung oleh para alumnus SPI lewat rumah produksi Butterfly Pictures. Butterfly Pictures merupakan divisi usaha sekolah SPI yang mengkhususkan diri dalam produksi film. Sebagaimana yang diketahui, sekolah yang berlokasi di Batu, Malang, Jawa Timur, ini memiliki unit usaha beragam, mulai dari hotel, peternakan hingga agrowisata.

Dengan aktor Verdi Solaiman sebagai produser, Alim Sudio sebagai penulis, serta Faozan Rizal sebagai sutradara, film ini akan segera hadir di layar perak dengan menghadirkan lika liku perjuangan 7 tokoh nyata siswa SPI dalam belajar berwirausaha. "Siswa siswi sekolah SPI boleh dikatakan berjuang dari titik nol atau bahkan minus untuk membalikkan keadaan untuk menjadi orang yang berhasil. Dengan kemauan dan kerja keras serta disiplin mereka bisa membuktikan mampu mengubah nasib. Kisah mereka adalah sebuah manifestasi sempurna dari impian Indonesia," kata Verdi saat jumpa pers, di Jakarta, Kamis (22/8).

Sesuai kisah nyata yang dialami ketujuh tokoh yakni Olfa, Robet, Yohana, Dilla, Sayyidah, Wayan dan Sheren, film ini akan mengupas karakter masing-masing yang memiliki latar belakang berbeda, kerja sama tim, hingga bagaimana cara mereka mengelola divisi usaha sendiri yag telah beromzet miliaran rupiah.

Film yang juga mengambil tempat syuting di Paris, Prancis, ini dibintangi Tissa Biani (Sayyidah), Violla Georgie (Yohana), Ajil Ditto (Robet), Clairine Clay (Olfa), Geraldy Polisar (Wayan), Rania Putrisari (Sheren), Rebecca Klopper (Dilla) dan Kiki Narendra (Koh Jul atau Julianto Eko Putra, inisiator SPI).

"Film ini mengajarkan untuk 'push harder to the limit'. Bisa tidak bisa, harus bisa. Memotivasi kita untuk tida pasrah dengan keadaan tetapi berusaha untuk meruba keadaan," kata Rania Putrisari.

Sementara itu, Verdi mengklaim film ini cocok sekali ditonton semua kalangan karena pembawaannya yang santai dan ringan, ditambah ada lagu soundtrack berjudul "Anak Garuda" yang digarap band Cokelat. Lirik dari lagu ini merupakan ciptaann Koh Jul yang kemudian diaransemen ulang. Band ini diketahui tengah melakukan pembuatan video klip, sementara lagunya sudah bisa didengarkan di platform streaming musik daring seperti Joox dan Spotify sejak 16 Agustus silam. (M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More