Kamis 22 Agustus 2019, 20:00 WIB

Politikus Ini Tantang Anies Bikin Karya Seni Indah dan Murah

Thomas Harming Suwarta | Megapolitan
Politikus Ini Tantang Anies Bikin Karya Seni Indah dan Murah

MI/Bary Fathahilah
Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean

 

POLITIKUS Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengaku heran dengan anggaran pembuatan gabbion (instalasi tumpukan batu berisi tanaman hias) senilai Rp150 juta yang dipajang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Bundaran HI.

Seperti diberitakan, gabbion merupakan pengganti instalasi bambu getah getih yang beberapa waktu lalu dibongkar. Ferdinand menantang Gubernur DKI Anies Baswedan dengan anggaran Rp25 juta dia bisa menghasilkan karya seni yang lebih indah.

"Benarkah ini nilainya 150 jt? Pak @aniesbaswedan berikan sy 25 jt sy buat seni lbh indah dan lbh bagus dr tumpukan batu ini. Ini jakarta bos..!!" cuit Ferdinand melalui akun Twitter-nya, @FerdinandHaean2, Kamis (22/8).

Cuitan Ferdinand merespons unggahan akun @Elina_Vai yang menampilkan foto gabbion yang sudah terpasang. "Jadi ini namanya GABION, nilainya 150 juta. Udah jangan dinyinyirin, sing penting lebih murah dari bambu berkelit," cuitnya.

Baca juga: Warga Anggap Instalasi Gabbion Pemborosan

Diberitakan, Pemrov DKI Jakarta menganggarkan pembuatan gabion sebesar Rp150 juta. Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengatakan, dana Rp150 juta itu berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang dianggarkan untuk dinasnya.

"Kurang lebih Rp150 juta. Bukan CSR, tapi dari APBD Dinas Kehutanan," ujar Suzi.

Menurutnya dengan anggaran tersebut, instalasi gabbion akan lebih tahan lama dari getih getah yang hanya bertahan 11 bulan. Bahkan ia memperkirakan bisa sampai dua tahun gabbion bertahan.

"Ya kuat lah, kan dari batu gitu. Setahun bisa, dua tahun ya bisa," kata Suzi.

Namun Suzi menyebut pihaknya bisa saja mengganti gabbion dengan instalasi lain dalam waktu yang tidak ditentukan. Pasalnya, pemasangan instalasi hanya bersifat dekoratif dan sewaktu-waktu bisa diganti sesuai pertimbangannya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More