Kamis 22 Agustus 2019, 19:30 WIB

Warga Anggap Instalasi Gabbion Pemborosan

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
 Warga Anggap Instalasi Gabbion Pemborosan

MI/PIUS ERLANGGA
INSTALASI BATU GABION

 

FENY, 31, mengernyitkan dahi mengamati dengan seksama tumpukan batu yang tersusun di dalam sebuah anyaman kawat besi bak keranjang raksasa. Sebuah instalasi yang berdiri di depannya itu membuatnya berpikir keras apa makna di balik pemasangannya.

Feny yang kebetulan melintas di Bundaran HI itu pun masih bertanya-tanya makna di balik pembuatan hiasan taman dari tumpukan batu itu.

Sebab, yang ia ketahui, titik taman Bundaran HI di mana instalasi itu berdiri sebelumnya diisi dengan instalasi seni pilinan bambu bernama Getah Getih.

"Ini maknanya apa ya? Cuma untuk tanaman hias begitu kan?" ungkapnya saat ditemui Media Indonesia, Kamis (22/8).

Ia pun kaget ketika tahu anggaran untuk menumpuk batu itu sampai Rp150 juta. Menurutnya, meski lebih rendah dari pemasangan Getah Getih, nilai itu masih terlalu mahal untuk ukuran tumpukan batu.

"Ya bagaimana ya menurut saya sih tidak ada faedahnya. Tanamannya bagus cuma untuk anggaran sebesar itu harusnya bisa lebih," tandasnya.


Baca juga: Gubernur Anies Sebut Gabbion untuk Percantik Kota Jakarta


Karyawati swasta yang berdomisili di Condet, Jakarta Timur, itu pun menegaskan dirinya kecewa karena lagi-lagi Pemerintah Provinsi DKI tidak matang dalam pembuatan perencanaan kota.

"Sebetulnya kalau desainnya bagus, bermakna, bisa jadi ikon kota, makan duit banyak itu tidak apa-apa ya. Tapi kalau seperti tidak bermakna seperti ini lebih baik diisi tanaman-tanaman hias atau pohon besar saja," pungkasnya.

Sementara itu dihubungi terpisah Kepala Dinas Kehutanan DKI Suzi Marsitawati menyebut Gabbion dipasang atas buah dari diskusi tim Dinas Kehutanan. Tujuan pemasangannya untuk mempercantik Bundaran HI yang terkenal sebagai ikon Jakarta.

Tanaman-tanaman yang diletakkan di Gabion maupun di sekitarnya pun bukan sembarang tanaman melainkan tanaman hias yang juga berfungsi menyerap polutan.

"Iya di situ juga dipasang tanaman penyerap polutan," ujarnya. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More