Kamis 22 Agustus 2019, 19:15 WIB

Mensos Tegaskan Komitmen Bangun Data Berkualitas Berbasis NIK

mediaindonesia.com | Humaniora
Mensos Tegaskan Komitmen Bangun Data Berkualitas Berbasis NIK

DOK KEMENSOS RI
Mensos RI Agus Gumiwang (kiri) dan Ketua KPK Agus Rahardjo.

 

Menteri Sosial RI Agus Gumiwang menegaskan pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) agar program bantuan sosial dan subsidi yang diberikan pemerintah semakin tepat sasaran.

"Kemensos menyambut baik upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengemban tugas pencegahan korupsi. Saya ingat pada hari pertama saya menjabat sebagai Mensos saya mengunjungi KPK dan mendapat pesan bahwa bansos harus berbasis NIK dan saya setuju dengan hal itu," tutur Mensos saat melakukan pertemuan dengan jajaran Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (22/8).

Dikatakan Mensos, keberhasilan dari penyaluran berbagai bansos sangat tergantung dari akurasi data.

Mensos menjelaskan ini sesuai Undang-Undang nomor 13 tahun 2014 tentang Penanganan Fakir Miskin. Menteri Sosial menetapkan kriteria fakir miskin sebagai dasar untuk penanganan fakir miskin, melaksanakan verifikasi dan validasi terhadap hasil pendataan lembaga yang menyelenggarakan urusan di bidang statistik, dan menetapkan data terpadu.

"Data terpadu tersebut yang selanjutnya disebut DTKS menjadi dasar penyaluran seluruh bansos dan subsidi dari pemerintah untuk rakyat miskin dan rentan miskin. Untuk itu data harus valid agar program tersebut efektif, tepat sasaran, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat," terangnya.

Ia menjelaskan DTKS berisi data sosial ekonomi rumah tangga berpengeluaran terendah dengan data by name by address. Pada DTKS per Juli 2019 terdapat 29.133.603 keluarga dan 98.111.085 individu. Data ini digunakan untuk semua program bansos yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Semua program bansos di Kemensos seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) telah berbasis DTKS. Misalnya sebanyak 15,6 juta KPM menerima bantuan BPNT dan 10 juta KPM menerima bantuan PKH. Demikian halnya dengan Program Indonesia Sehat melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Program Indonesia Pintar melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) juga menggunakan DTKS.

"Untuk itu ke depannya DTKS akan berbasis NIK, kita akan padankan sehingga data lebih berkualitas dan program bansos semakin tepat sasaran," tambahnya.  

Sementara itu Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers mengatakan pertemuan di KPK ini adalah untuk mendiskusikan tentang pemanfaatan NIK untuk perbaikan data terpadu kesejahteraan sosial.

"Program bansos dan subsidi kita (pemerintah) sangat besar. Oleh karena itu hari ini kami mendiskusikan tentang upaya menyinkronkan data sasaran. Kita sepakat akan menggunakan data NIK untuk mendorong semua pihak yang memberikan bantuan sosial menggunakan data itu," terang Agus Raharjo.

Pertemuan dipimpin oleh Ketua KPK Agus Rahardjo, dihadiri oleh Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan Laode Muhammad Syarif, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto, Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, perwakilan dari Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pertanian, Kementerian Ristekdikti. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara

Menekan Mobilitas Mampu Tekan 70 Persen Laju Sebaran Covid-19

👤Antara 🕔Rabu 27 Mei 2020, 23:01 WIB
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hanya sekitar 40 persen menekan pergerakan...
123rf.com

Antibiotika Bisa Obati Covid-19, Hoaks yang Mendunia

👤Henri Siagian 🕔Rabu 27 Mei 2020, 22:37 WIB
Berdasarkan penelusuran India Today, artikel yang viral itu diterbitkan oleh situs Medium yang diambil dari sebuah laman di Nigeria,...
Ilustrasi

Bansos Tahap II di Kabupaten Bekasi Cair Pekan Depan

👤Ihfa Firdausya 🕔Rabu 27 Mei 2020, 21:51 WIB
Mensos menyebut penyaluran BST tahap I di Kecamatan Tambun Selatan akan selesai dalam satu dua hari. Sementara untuk Kabupaten Bekasi akan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya