Kamis 22 Agustus 2019, 18:45 WIB

Dibekuk Jepang, Timnas Voli Putri Gagal ke Semifinal

Micom | Olahraga
Dibekuk Jepang, Timnas Voli Putri Gagal ke Semifinal

PBVSI
Pelatih tim nasional voli putri Octavian (kedua dari kanan) sedang memberikan instruksi kepada para pemainnya.

TIM bola voli putri Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang pada laga perdananya di babak delapan besar Kejuaraan Bola Voli Putri Asia ke-20, Kamis (22/8). Dalam duel yang berlangsung di Jamsil Indoor Gymnasium, Seoul, Korea Selatan, Indonesia takluk 0-3 (19-25, 21-25, 13-25).

Akibat kekalahan Jepang itu, Wilda Siti Nurfadilah dkk sudah dua kali kalah. Pertama dari Tiongkok 0-3 pada babak penyisihan di Pul D dan kedua dari Jepang.

"Peluang kita sudah habis untuk ke semifinal. Sekarang kita hanya berebut di posisi ke-5-8, meskipun kita menang dari Kazakhstan besok," ujar pelatih Timnas putri, Octavian yang dihubungi melalui telepon internasional.

Baca juga: Tim Voli Putri Indonesia Gagal Bendung Tiongkok

Menurut Ook, sapaan pelatih asal Jawa Barat tersebut, saat melawan Jepang tim asuhannya selalu memimpin dalam perolehan angka, 8-3 hingga terakhir 15-14. Namun mereka gagal di saat-saat terakhir. Akhirnya Jepang menutup set pertama 25-19.

Pun di set kedua dan ketiga kembali memimpin di awal set. Set kedua sempat memimpin 16-12. Kemudian set ketiga sempat melejit 7-4.

"Anak-anak kurang tenang. Saya melihat anak-anak kurang dewasa dalam menyelesaikan pertandingan. Tapi ini akan menjadi evaluasi bagi saya dan pelatih," tambah Ook.

Padahal, sambung Ook, tim Jepang yang turun di kejuaraan ini adalah tim U-20 yang menjadi juara di Kejuaraan Dunia U-20 di Meksiko tahun lalu.

Timnas yang disiapkan menuju SEA Games XXX Filipina itu menyisakan satu laga melawan Kazakhstan, Jumat (23/8). Indonesia berada di Pul F bersama Jepang, Kazakhstan dan Tiongkok di babak delapan besar. (PBVSI/A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More