Kamis 22 Agustus 2019, 06:10 WIB

Rawat Kedamaian di Papua

Palce Amalo | Nusantara
Rawat Kedamaian di Papua

ANTARA FOTO/Tomi
Warga membersihkan puing sisa kerusuhan di salah satu gedung yang terbakar di Manokwari, Papua Barat.

 

SEHARI setelah insiden Sorong dan Manokwari di Papua Barat mereda, kericuhan dilaporkan muncul kembali di kawasan Fakfak, Papua Barat, dan Timika, Papua.

Sejumlah kios di Fakfak dilaporkan dibakar massa, kemarin. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo membenarkan hal itu dan menyatakan penyebabnya ialah sekelompok orang yang melakukan provokasi.

"Iya, ada sekelompok kecil masyarakat yang akan mengagitasi atau menghasut situasi," kata Dedi di Grand Kemang, Jakarta Selatan, kemarin.

Namun, insiden tidak berlangsung lama. Aparat keamanan dapat segera mengendalikan situasi sehingga kondisi di wilayah itu pun pulih kembali.

Presiden Joko Widodo mengatakan ia terus memantau perkembangan dan situasi di Papua dan Papua Barat.

"Saya ikuti terus, tadi pagi saya telepon Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan untuk menanyakan kondisi di sana," kata Presiden seusai meninjau tambak garam di Desa Nunkurus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, kemarin.

Menurut Jokowi, Gubernur Papua Barat menjawab melalui telepon mengenai situasi di Manokwari, Sorong, dan Fakfak, yang sudah kondusif.

"Semuanya sudah terkondisi dengan baik," imbuhnya.

Jokowi mengatakan akan berkunjung ke Papua September mendatang untuk meresmikan Jembatan Holtekamp di Jayapura, Papua.

"Mungkin awal bulan depan saya ke Papua."

Gubernur Dominggus Mandacan pun membenarkan ia ditelepon Presiden Jokowi yang terus memantau perkembangan situasi di Papua Barat. Ia mengatakan Presiden menyampaikan salam bagi seluruh masyarakat Papua Barat dan meminta masyarakat menahan diri demi merawat kedamaian. "Presiden mengharapkan masyarakat Papua Barat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia."

Karena itu, Dominggus meminta seluruh warga Papua Barat menjaga situasi keamanan dan tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. "Sampaikan aspirasi sesuai jalur yang benar dan tidak melakukan tindakan-tindakan anarkistis," tegasnya.

Tetap sabar
Menko Bidang Polhukam Wiranto mengimbau semua pihak tetap sabar, tenang, jaga kedamaian, dan saling memaafkan. Menurut dia, insiden di Papua yang timbul karena kesalahpahaman telah selesai.

"Sudah ada minta maaf dan tinggal diterima maafnya, sampaikan ke masyarakat. Kita harus kembali bersatu sebagai bangsa. Jangan mengobarkan emosi, tapi harus mengobarkan kesabaran, kedamai-an," ujar Wiranto, kemarin.

Menko Polhukam bertolak ke Manokwari, kemarin malam, untuk memberikan empati dan mengajak masyarakat kembali bersatu merawat kedamaian dan persatuan bangsa.

Ia pun mengimbau semua pihak, terutama generasi muda, agar tidak meruncingkan peristiwa itu dengan hoaks. "Jangan sampai be-rita negatif itu disebarkan hingga membuat masyarakat resah."

Senada, Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta semua pihak menahan diri dalam merespons situasi di Papua. Apalagi Bamsoet menduga ada pihak yang sengaja memanfaatkan situasi untuk mendorong wilayah itu pisah dari Republik Indonesia.

Pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi, berpendapat bahwa dalam jangka panjang, penyelesaian masalah di Bumi Cenderawasih perlu pendekatan komprehensif. (Gol/Mal/Uta/Iam/Ant/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More