Kamis 22 Agustus 2019, 07:30 WIB

Rektor Asing tak Perlu Perlakuan Khusus

(Bay/H-2) | Humaniora
Rektor Asing tak Perlu Perlakuan Khusus

Medcom.id/Intan Yunelia.
diaspora Indonesia di Osaka University, Jepang, Sastia Prama Putri.

 

KALANGAN diaspora Indonesia menyuarakan pendapat berbeda terkait dengan rencana pemerintah mendatangkan rektor asing ke Tanah Air. Sastia Prama Putri, asisten profesor di Osaka University Jepang mengatakan, kedatangan rektor asing harus dianggap sebagai langkah maju untuk meningkatkan daya saing di negeri ini.

"Asalkan rektor asing tidak mendapat perlakuan khusus, yakni melalui kompetisi yang setara, saya kira tidak menjadi masalah," kata alumnus Institut Teknologi Bandung itu, seusai Diaspora Talks di Jakarta, Selasa (20/8).

Sastia yang menempuh magister dan doktor bidang bioteknologi di Osaka University itu mengatakan, rektor asing dapat memberikan sudut pandang out of the box serta solusi baru dari pengalamannya. "Tapi, rektor asing harus mengerti budaya lokal juga," cetus Sastia.

Sebaliknya, diaspora Indonesia lainnya, Bagus Putra Mulyadi, menilai tak perlu mendatangkan rektor asing. Itu karena daya saing kampus bisa tercipta dengan membangun kultur akademik dan budaya riset yang kompetitif. Bagus merupakan asisten profesor di Nottingham University, Inggris. (Bay/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More