Kamis 22 Agustus 2019, 07:00 WIB

Hadang Praktik Suap Pilrek UNJ Gandeng KPK

(Bay/H-2) | Humaniora
Hadang Praktik Suap Pilrek UNJ Gandeng KPK

ANTARA /Indrianto Eko Suwarso/aww.
UNJ GANDENG KPK AWASI PEMILIHAN REKTOR: Wakil Ketua KPK Laode M Syarief (tengah) didampingi Ketua Senat UNJ Prof. Dr. Hafid Abbas (kiri),

 

DELAPAN bakal calon (balon) rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang akan bersaing pada pemilihan rektor (pilrek) untuk memimpin periode 2020-2024 diminta mematuhi aturan yang berlaku, termasuk meniadakan praktik suap.

Ketua Senat UNJ, Prof Dr Hafid Abbas, saat dihubungi Media Indonesia, menegaskan telah bekerja sama dengan KPK untuk memastikan pilrek yang bersih dan transparan. "Seorang guru besar UNJ sudah ada yang diproses KPK karena peroleh upeti dari KONI. KPK sudah punya peta, jika ada yang berani, silakan coba," tegas Hafid yang pernah menjadi komisioner Komnas HAM itu.

Delapan balon rektor yang akan bertarung dalam bursa pilrek UNJ ialah Komarudin, Endry Boeriswati, Paulina Pannen, H Muh Nur Sadik, Agus Setyo Budi, Sofiah Hartati, Ivan Hanafi, dan Awaluddin Tjalla. Rencananya, Senat UNJ akan menggelar rapat Kamis (22/8) ini dengan agenda pemaparan visi-misi dan program, termasuk pemilihan tiga besar balon rektor UNJ. (Bay/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More