Kamis 22 Agustus 2019, 06:40 WIB

Krisis Air Bersih Ancam Jakarta dan Banten

(RO/FB/CS/H-2) | Humaniora
Krisis Air Bersih Ancam Jakarta dan Banten

ANTARA /Asep Fathulrahman/
Petugas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Serang membagikan air bersih kepada warga di Kampung Kesabilan, Pontang, Serang

 

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan ancaman kekeringan meteorologis untuk wilayah DKI Jakarta dan Banten, kemarin. Salah satu dampak yang harus diwaspadai ialah potensi kelangkaan air bersih akibat penyusutan ketersediaan air tanah.

"Jakarta dan Banten diperkirakan mengalami curah hujan sangat rendah, yakni (kurang dari 20 mm/dasarian). Sebagian besar wilayah Banten dan Jakarta mengalami deret hari kering 20 hari hingga lebih dari 60 hari," ujar Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Tangerang Selatan, Sukasno.

Sebelumnya, Kepala Sub Bidang Analisis dan Informasi Iklim BMKG, Adi Ripaldi, menyatakan sekitar 92% wilayah Indonesia sudah memasuki kemarau dan puncaknya terjadi pada Agustus dan September.

Kemarau berkepanjangan tidak hanya menyebabkan krisis air bersih, tapi juga gagal panen dan meningkatnya sejumlah penyakit di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur. (RO/FB/CS/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More