Kamis 22 Agustus 2019, 01:20 WIB

Dian Sastrowardoyo Bangga Terlibat di Film Laga Berbasis Budaya

Abdillah Muhammad Marzuqi  | Hiburan
Dian Sastrowardoyo Bangga Terlibat di Film Laga Berbasis Budaya

Dok. MI
Aktris Dian Sastrowardoyo

 

KEMAMPUAN aktris Dian Sastrowardoyo sebagai seniman peran tak diragukan lagi, apalagi dalam film bergenre drama. Nama Dain mulai dikenal publik setelah berperan sebagai Cinta dalam film drama Ada Apa dengan Cinta? (AADC).

Meski usianya telah menginjak 37 tahun, perempuan yang mendapatkan Piala Citra 2004 melalui film AADC itu belum pupus daya menghadapi tantangan baru dalam berakting. Kali ini, Dian menerima peran dalam film laga. Ia didapuk memerankan Dewi Api dalam Jagat Sinema Bumilangit.

"Dewi Api sebagai penyelaras atau penyeimbang. Dia itu adalah bangsa siluman yang sudah lahir dari zaman pramanusia. Jadi, sebelum ada manusia, sebelum ada sejarah, dia sudah diciptakan," ujar Dian sedikit memberi bocoran tentang karakter yang dimainkannya saat temu pewarta dalam peluncuran Jagat Sinema Bumilangit di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (19/8).

Istri dari Indraguna Sutowo itu mengaku antusias dan bangga terlibat dalam film tersebut. Menurutnya, karakter yang diangkat memiliki kaitan erat dengan budaya bangsa Indonesia.

"Aku senang banget menjadi bagian dari Jagat Sinema Bumilangit ini karena Bumilangit ini kan bikin karakter pahlawan berdasarkan hasil budaya negeri kita sendiri," ujar Dian.

 

Mengenal budaya dalam film

Dian menuturkan, masyarakat Indonesia perlu mempelajari budaya bangsa, salah satunya melalui film. "Kayaknya aku melihat bahwa orang Indonesia lagi butuh sekali untuk mempelajari budaya sendiri. Kita bisa dikasih tahu bahwa pahlawan-pahlawan ini sudah ditulis jauh dari zaman kemerdekaan. Sekarang bisa dijadikan film yang tetap keren. Berarti kita bisa melihat pahlawan zaman sejarah saja masih bisa keren, zaman sekarang juga. Itu kan menarik banget," ungkap pemain film Aruna dan Lidahnya itu.

Dian mengajak publik Indonesia untuk bangga sekaligus menyelami budaya bangsa sendiri. Budaya Indonesia, ujarnya, sangat keren. "Kita bisa lihat bagaimana sejarah berubah-ubah dan bisa berulang. Hal ini menjadi nilai tersendiri bagi kekayaan bangsa," imbuhnya.

Selain menyelami kebudayaan lewat film, Dian mengaku bermain di film laga merupakan upayanya untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru.

"Saya malah suka dapat kesempatan untuk enggak terbatas cuma di satu tipe film, tadinya kan drama aja, akhirnya dapat kesempatan untuk eksplor film action ataupun yang seperti superhero ini," kata Dian. Dengan genre yang berbeda, film action membuat Dian menggali kemampuan aktingnya karena ia merasa seorang pelakon harus bisa memainkan karakter apa pun di beragam genre film.

"Ini kayak kesempatan yang bagus buat saya mengembangkan diri sebagai aktor karena kalau jadi aktor itu idealnya sih jangan sampai cuma bisa satu tipe genre film aja. Jadi, kalau bisa akting di berbagai macam genre, lebih sehat buat perkembangan kita untuk proses belajar diri sebagai aktor/aktris," urai perempuan kelahiran 16 Maret 1982 itu.

Ibu dari dua orang anak itu menambahkan, semua film memiliki tingkat kesulitan masing-masing. Semua peran dalam tiap film pasti membutuhkan persiapan yang matang. "Aku enggak bilang drama itu enggak gampang, sebenarnya masing-masing genre itu ada tantangannya. Kalau drama itu kesulitannya tuh aktingnya harus terlihat natural, padahal juga berat. Jadi, tetap butuh persiapan khusus. Namun, memang kalau action lebih berat di persiapan fisiknya," pungkas Dian. (H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More