Rabu 21 Agustus 2019, 18:51 WIB

Polisi Diminta Usut Motif Pelaku Pelempar Bom Molotov DPP Golkar

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Polisi Diminta Usut Motif Pelaku Pelempar Bom Molotov DPP Golkar

ANTARA/Yusran Uccang
Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono.

 

KETUA Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono, mengutuk peristiwa pelemparan bom molotov oleh orang yang tak dikenal di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (21/8) dini hari.

Agung juga menyayangkan aksi pelemparan bom tersebut jika menyangkut dengan kepentingan politik. Menurutnya, selama ini kekerasan pada dunia politik telah mengancam persatuan bangsa. Maka dari itu, ia menilai tidak ada tempat bagi kekerasan di dunia politik.

Baca juga: Kantor DPP Golkar Dilempar Bom Molotov

"Saya kira jangan biarkan politik kekerasan, politic force apalagi pemaksaan kehendak dengan segala cara masuk ke dalam dunia politik ya. Kita kemarin sudah disibukkan dengan politik identitas yang kemudian bisa mengancam persatuan kesatuan bangsa," kata Agung, di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (21/8).

Selain itu, Agung meminta semua pihak menahan diri dan jangan terpancing atas aksi pelemparan bom molotov tersebut. Ia mengatakan, lebih baik peristiwa ini diserahkan kepada Kepolisian untuk diketahui siapa dan apa motif pelaku.

"Kita serahkan ke kepolisian. Karena tadi pagi sudah ada pemeriksaan oleh Polres dan Polda Metro dari Krimum untuk melakukan investigasi. Saya minta supaya diproses untuk diketahui siapa yang melaksanakan apa maksud dan tujuannya," ungkap Agung.

Seperti diketahui, Kantor DPP Partai Golkar yang beralamat di Jalan Anggrek Nelimurni XI A, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, dilempar bom molotov oleh orang yang tidak dikenal. Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (21/8) sekitar pukul 03:05 WIB dan dilaporkan ada dua bom molotov yang dilempar ke Kantor DPP Partai Golkar.

"Menurut keterangan saksi bahwa sekitar pukul 03.05 WIB, datang empat orang laki-laki tidak dikenal mengendarai dua sepeda motor," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More