Rabu 21 Agustus 2019, 17:52 WIB

NasDem Berencana Terapkan Pertanian dan Maritim 4.0

Putra Ananda | Ekonomi
NasDem Berencana Terapkan Pertanian dan Maritim 4.0

MI/PUTRA ANANDA
Focus grup discussion (FGD) yang diadakan oleh Fraksi DPR RI Partai NasDem yang berlangsung di Jakarta, Rabu (21/8).

 

PARTAI NasDem berencana menerapkan revolusi industri 4.0 berbasis teknologi untuk sektor pertanian dan maritim di Indonesia. Hal ini terungkap dalam acara focus grup discussion (FGD) yang diadakan oleh Fraksi DPR RI Partai NasDem yang berlangsung di Jakarta, Rabu (21/8).

Ketua DPP Partai NasDem bidang Pertanian dan Maritim, Emmy Fafidz, menilai sektor industri pangan pertanian dan maritim memiliki potensi kemajuan yang baik untuk dikembangkan melalui penerapan teknologi industri 4.0. Penerapan industri 4.0 di kedua sektor tersebut dinilai bisa meningkatkan kesejahteraan para petani maupun para nelayan yang saat ini masih menerapkan industri secara konvesional.

Baca juga: Pemerintah Diminta Dorong Investasi di Sektor Riil

"Karena negara kita ini kan negara agararis dan maritim. Kedua sektor ini tidak bisa ditinggalkan begitu saja dan harus bisa bersaing dengan industri 4.0," tutur Emmy.

Emmy melanjutkan, sektor pertanian dan maritim tersebut merupakan kekuatan industri utama yang dimiliki oleh Indonesia. Menurutnya, penting bagi negara untuk menjamin kemajuan industri di bidang pangan guna menjaga kedaulatan dan ketahanan akan kebutuhan pangan dalam negeri ke depan.

"Selama ini kurang diperhatikan dalam industrialisasi yang kemarin-kemarin itu, padahal pertanian dan maritim kan kekuataan kita," tutur Emmy.

Pada kesempatan yang sama, salah satu pembicara dalam FGD adalah Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, mengatakan faktor penting dalam mengembangkan pertanian dan maritim adalah teknologi. "Bagaimana teknologi mempertemukan supply dengan demand," kata Rhenald.

Sementara, Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Lampung, Bustanul Arifin, menjelaskan sektor pertanian belum menjadi income dan employment multiplier dari perekonomian. Arifin juga menegaskan sektor pertanian masa depan tidak akan mampu berkembang sendirian tanpa didukung teknologi.

"Apalagi pertumbuhan sektor manufaktur tumbuh rendah, belum menjadi lokomotif pertumbuhan. Ada fenomena industrialiasi terlalu dini," kata Bustanul.

Emmy melanjutkan, acara FGD ini menjadi bagian upaya NasDem mencari solusi atas cita-cita swasembada, kemandirian, dan kedaulatan pangan. Menurut Emmy, saat ini cita-cita tersebut belum berhasil dicapai secara berkelanjutan. Oleh karena itu, dibutuhkan peternakan cerdas, dan perikanan cerdas. Hasil FGD akan menjadi bahan rekomendasi NasDem kepada Presiden Jokowi.

Baca juga: Dorong Ekspor, Kanwil Bea Cukai Bali Nusra Terbitkan Izin KITE

"Cara-cara ini mau tidak mau harus kita kejar untuk memenuhi cita-cita tersebut," ucap Emmy.

Sejumlah profesional turut menjadi pembicara dalam FGD ini. Selain Rhenald dan Arifin, hadir juga Rektor Institute Pertanian Bogor, Arif Satrya dan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) ,Jamhari SP. Ada juga Ahli Teknologi Artificial Intelijen Binus, Widodo Budiharto, CEO Hara Token Omron Zuhri, CEO 8Villages.vom Sanny Gaddafi, dan CEO Mushome Widya Putra. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More