Rabu 21 Agustus 2019, 16:36 WIB

BPPT Tangani Lima Flagship Nasional

Siswantini Suryandari | Humaniora
BPPT Tangani Lima Flagship Nasional

Istimewa
Kepala BPPT Hammam Riza saat memberikan paparan dalam rangka HUT ke 41 BPPT, Rabu (21/8).

 

BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dipercaya mengkoordinir lima Flagship Nasional dan satu super proyek nasional. Hal itu ditegaskan oleh Kepala BPPT Hammam Riza saat acara Kick Off Kongres Teknologi Nasional di Auditorium BPPT Jakarta, Rabu (21/8).

Hammam menyebutkan lima flagship ini adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi skala kecil, industri garam terintegrasi, Puna Male drone dengan kemampuan terbang jarak jauh, charging untuk mobil listrik dan bahan baku obat. Kemudian untuk super proyek nasional adalah Super Project Ina TEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) menggunakan Buoy maupun kabel. Menurutnya, lima flagship ini akan menjadi sebuah produk nasional yang merupakan hasil dari kerja sama berbagai pihak.

Dengan adanya flagship ini, maka peneliti atau perekayasa yang akan mengajukan penelitian, mereka cukup membaca judul-judul penelitian yang akan dikerjakan oleh pemerintah. Sehingga riset dan penelitian yang dikerjakan oleh para peneliti ini akan sesuai dengan yang diharapkan pemerintah.

"Kami juga mendukung transformasi digital menyongsong Revolusi Industri 4.0. Transformasi digital ini ditandai dengan adanya 41 aplikasi digital yang dimiliki BPPT yang digunakan untuk penguatan dukungan manajemen dan kesejahteraan pegawai," terang Hammam.

Salah satu aplikasi yang dimiliki BPPT dan akan dipraktekkan di  lingkup lembaga tersebut adalah i-Otentik-3000, yaitu sertifikat digital bagi seluruh pegawai BPPT.

"BPPT akan menjadi instansi pemerintah pertama di Indonesia yang melaksanakan tersebut. BPPT sudah menerima mandat dari Kementerian Kominfo sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik yang berwenang menerbitkan, melakukan validasi, dan mengelola sertifikat digital yang diperuntukkan di lingkungan instansi pemerintah," lanjutnya.  

Selain itu, lanjut Hammam dalam Forum Discussion Group yang dilakukan BPPT pada Juli lalu, ada empat hal yang menjadi fokus utama. Yakni perkeretaapian dengan meningkatkan SDM di bidang perkeretaapian dan peningkatan TKDN 80% serta teknologinya.

baca juga: Masa Pensiun Peneliti Diperpanjang

Di sektor kebencanaan, selain mitigasi bencana yang meliputi tsunami, gempa bumi juga kebakaran hutan dan lahan. "Ditambah kesiapsiagaan masyarakat. Di sini BPPT fokus pada teknologi prioritas pengurangan risiko bencana," kata Hammam.

Dalam FGD itu juga direkomendasikan masalah energi baru dan terbarukan dan teknoprener. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More