Rabu 21 Agustus 2019, 17:05 WIB

Miris, Tanggul Kali Bekasi belum Pernah Direnovasi

Gana Buana | Megapolitan
Miris, Tanggul Kali Bekasi belum Pernah Direnovasi

ANTARA
Tanggul Longsor

 

KONDISI tanggul Kali Bekasi kian memprihatinkan. Selain belum pernah direnovasi, beberapa titik tanggul yang memagari sungai sepanjang 15,5 Km tersebut banyak yang longsor.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bekasi, Yudianto mengatakan, sejak awal dibangun tanggul di sepanjang Kali Bekasi belum pernah direnovasi. Sehingga, jika pemerintah setempat tidak melakukan penguatan, beberapa titik yang dekat dengan pemukiman warga akan longsor.

“Usia persis tanggul memang kami tidak hafal, tapi sejak tanggul itu berdiri belum pernah ada penguatan,” ungkap Yudi, Rabu (21/8).

Yudi mengatakan, fondasi yang mulai termakan usia diperkirakan sebagai salah satu faktor rawan longsor tanggul. Pada Januari 2019 lalu, tanggul di Jalan Expres Raya, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu longsor lantaran terbawa derasnya debit air Kali Bekasi. Peristiwa tersebut membuat panjang tanggul rusak yang saat itu sedang diperbaiki bertambah.

Tidak hanya itu, longsor tanggul di Jalan Cipendawa pun sudah lebih dari dua tahun belum diperbaiki. Padahal, jalan tersebut merupakan salah satu akses warga dari Jalan Raya Narogong menuju Pekayon dan Jatiasih.

“Rencanannya tahun ini diperbaiki, namun pemenang lelang baru ditetapkan belum lama ini,” jelas dia.

Baca juga: Rencana Pembangunan TOD Bekasi Timur Mengecewakan

Tidak hanya itu, kata Yudi, Pemerintah Kota Bekasi pun berencana ikut melakukan penguatan tanggul di beberapa titik lokasi. Meskipun, pada dasarnya hal tersebut merupakan wewenang pemwrintah pusat, Kementerian PU-Pera di bawah Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

Penguatan tanggul rencananya dilakukan di belakang SMA Negeri I Kota Bekasi, Jalan KH Agus Salim, Bekasi Timur serta pembuatan tanggul di RW 06 dan RW 07, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Adapun, paket pengerjaan tanggul di belakang SMA Negeri 1 disiapkan anggaran sebesar Rp5,8 miliar dan sebesar Rp4 miliar untuk paket pengerjaan di Keluarahan Bekasi Jaya.

“Tapi belum sampai pada proses lelang, kami masih mempertimbangkan waktu pengerjaan mengingat lokasi yang sempit dan tenggat waktu yang sedikit.”

Kepala Dinas Bina Marga dan SDA, Arief Maulana menambahkan, penguatan tanggul Kali Bekasi sifatnya memang amat mendesak. Sebab, apabila debit air Kali Bekasi meningkat dan deras tanggul tersebut rawan longsor.

“Kali Bekasi adalah kali alam, pertemuan antara Kali Cileungsi dan Cikeas, debit airnya kalau musim hujan memang relatif meningkat dan deras, jadi harus segera dilakukan penguatan."  (Gan/A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More